Pangkalan AS di Baghdad Diserang Drone Bom Kebakaran Terjadi di Bandara

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 03 April 2026 | 19:28 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id - Dua drone yang dipasangi bom dilaporkan menyerang fasilitas milik Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Kamis malam 2 April 2026. Serangan ini memicu kebakaran di area pangkalan yang menjadi pusat dukungan diplomatik AS.

Sumber keamanan dari Kementerian Dalam Negeri Irak menyebutkan bahwa dua drone tersebut menghantam Victoria Base, lokasi yang menjadi bagian dari fasilitas Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Serangan terjadi pada malam hari dan langsung menyebabkan kobaran api di area pangkalan. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Serangan Terjadi Usai Peringatan Kedutaan AS

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Kedutaan Besar AS di Baghdad mengeluarkan peringatan keamanan.

Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menyebut bahwa kelompok milisi di Irak yang berpihak pada Iran berpotensi melancarkan serangan dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Peringatan tersebut menyebut sejumlah target potensial, termasuk:

warga negara AS
fasilitas diplomatik
bandara dan infrastruktur energi
hotel dan pusat bisnis

Kedutaan juga mendesak seluruh warga negara AS untuk segera meninggalkan Irak demi alasan keamanan.

Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan dipicu oleh serangan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai balasan, Iran bersama sekutu-sekutunya di kawasan dilaporkan melakukan berbagai serangan terhadap kepentingan AS dan Israel, termasuk melalui operasi militer dan serangan siber.

Irak sendiri menjadi salah satu titik rawan karena keberadaan berbagai kelompok milisi yang memiliki keterkaitan dengan Iran.

Ancaman Meluas ke Infrastruktur Strategis

Serangan drone ke pangkalan di Bandara Baghdad menandai meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur penting di kawasan.

Bandara, fasilitas diplomatik, dan pusat energi kini menjadi target potensial dalam konflik yang semakin kompleks.

Penggunaan drone dalam serangan juga menunjukkan perubahan pola peperangan modern yang semakin mengandalkan teknologi untuk menyerang target strategis dengan risiko minimal bagi pelaku.

Dengan meningkatnya intensitas serangan dan peringatan keamanan yang terus bermunculan, kawasan Timur Tengah kini berada dalam situasi yang semakin tidak stabil dan berpotensi meluas.*

 



Dua drone bermuatan bom menyerang pusat dukungan diplomatik Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad. Serangan ini memicu kebakaran dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News