JAKARTA, RIWARA.id – IHSG kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (11/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,92 persen atau turun 63,88 poin ke level 6.905.
Tekanan jual yang mendominasi hampir sepanjang sesi perdagangan membuat IHSG nyaris ditutup di level terendah harian 6.846. Sementara posisi tertinggi intraday sempat menyentuh level psikologis 7.001 pada perdagangan sesi siang sebelum akhirnya terkoreksi tajam menjelang penutupan pasar.
Pelemahan indeks kali ini dipicu tekanan dari sejumlah sektor utama, terutama sektor transportasi, energi, dan keuangan yang menjadi pemberat terbesar pergerakan IHSG.
Sektor transportasi tercatat mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan mencapai 2,88 persen. Disusul sektor energi yang turun 2,01 persen dan sektor keuangan melemah 1,73 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan sentimen pasar masih cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian global dan aksi profit taking investor setelah penguatan pasar dalam beberapa waktu terakhir.
Tekanan Jual Dominasi Perdagangan
Dari sisi transaksi, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia berlangsung cukup ramai dengan dominasi aksi jual.
Volume perdagangan tercatat mencapai 41,47 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp20,53 triliun. Sementara frekuensi perdagangan mencapai 2,82 juta kali transaksi sepanjang hari.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 442 saham ditutup melemah, sedangkan hanya 251 saham berhasil menguat. Adapun 125 saham lainnya bergerak stagnan.
Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global, pergerakan harga minyak dunia, serta dinamika ekonomi internasional yang memengaruhi aliran modal asing di pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
Meski demikian, sejumlah analis menilai peluang penguatan masih terbuka pada beberapa saham pilihan yang dinilai memiliki fundamental kuat dan masih bergerak dalam tren bullish.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Sejumlah Sekuritas
Sejumlah broker dan sekuritas merilis daftar saham pilihan yang menarik dicermati untuk perdagangan Selasa (12/5/2026).
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas
PANI menjadi salah satu saham yang direkomendasikan karena dinilai masih memiliki momentum penguatan dari sektor properti premium.
Selain itu, saham PNLF dan RAJA juga masuk daftar rekomendasi karena memiliki prospek positif di sektor keuangan dan energi.
Rekomendasi Saham Phillip Sekuritas
Phillip Sekuritas merekomendasikan saham PACK serta AALI.
Saham AALI dinilai masih menarik di tengah potensi penguatan harga komoditas crude palm oil (CPO) global.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas
MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham berbasis komoditas dan kesehatan seperti:
ANTM
KLBF
MDKA
PTRO
Saham berbasis tambang dinilai masih menarik seiring pergerakan harga logam dunia yang cenderung stabil.
Rekomendasi Saham CGS International Sekuritas
CGS International Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham blue chip dan komoditas, yakni:
ASII
AALI
PTBA
JPFA
TINS
WIIM
Saham PTBA dan TINS dinilai masih menarik seiring potensi stabilisasi harga komoditas energi dan mineral global.
Rekomendasi Saham Phintraco Sekuritas
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memilih saham-saham berikut:
ASII
RMKE
GJTL
INTP
LSIP
Saham sektor infrastruktur dan otomotif dinilai masih berpotensi rebound jika tekanan eksternal mulai mereda.
Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas
Adapun Mirae Asset Sekuritas menjagokan saham:
BULL
MAPA
PTBA
MAPA dinilai menarik karena sektor ritel olahraga dan gaya hidup masih menunjukkan pertumbuhan konsumsi domestik yang cukup kuat.
Investor Diminta Tetap Waspada
Analis pasar menilai volatilitas IHSG masih cukup tinggi dalam jangka pendek. Pelaku pasar masih menunggu berbagai sentimen penting mulai dari arah kebijakan bank sentral global, pergerakan harga komoditas, hingga data ekonomi Amerika Serikat dan China.
Selain itu, pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar saham Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, terutama saham dengan fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan memiliki sentimen positif jangka menengah.
Di tengah tekanan pasar, saham-saham sektor energi, komoditas, kesehatan, dan consumer goods masih dinilai memiliki peluang untuk bertahan lebih baik dibanding sektor lainnya.*
IHSG ditutup melemah 0,92 persen ke level 6.905 pada perdagangan 11 Mei 2026. Simak daftar lengkap rekomendasi saham potensial hari ini dari BRI Danareksa, MNC Sekuritas, CGS International, hingga Mirae Asset.