RIWARA.id - Penelitian terbaru dari Texas A&M University yang dirilis pada 8 Mei 2026 menghadirkan harapan baru bagi penderita diabetes yang mengalami luka kronis sulit sembuh.
Tim peneliti mengembangkan teknologi perban biologis inovatif yang dirancang untuk membantu penyembuhan luka diabetes sekaligus mengurangi risiko amputasi.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam Acta Biomaterialia dan disebut sebagai salah satu terobosan penting dalam bidang rekayasa biomaterial medis.
Luka Diabetes Jadi Ancaman Serius
Menurut data American Diabetes Association, diabetes memengaruhi lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat.
Salah satu komplikasi paling berbahaya adalah diabetic foot ulcer atau luka kronis pada kaki akibat buruknya sirkulasi darah dan peradangan berkepanjangan.
Kondisi tersebut membuat luka sangat sulit sembuh dan sering berujung amputasi.
Bahkan, meta-analisis tahun 2024 yang dipublikasikan dalam International Wound Journal menyebut sekitar 31 persen pasien dengan luka diabetes kronis akhirnya harus menjalani amputasi.
Selama ini, pengobatan luka diabetes umumnya menggunakan bahan biologis dari kulit babi atau jaringan kulit manusia donor.
Namun metode tersebut memiliki banyak kelemahan, mulai dari risiko penolakan imun tubuh, potensi infeksi, hingga kualitas jaringan yang tidak konsisten.
Perban Biologis Tanpa Sel Manusia
Penelitian baru ini dipimpin Feng Zhao, profesor teknik biomedis Texas A&M.
Zhao bersama timnya mengembangkan material biologis khusus yang dibuat dari produk sel manusia tanpa menyertakan sel hidup itu sendiri.
Teknologi tersebut menggunakan bahan bernama interwoven extracellular matrix, yakni struktur biologis yang menyerupai jaringan alami kulit manusia.
“Kami menggunakan material biologis turunan sel manusia untuk membantu regenerasi jaringan,” kata Zhao.
Menurutnya, metode ini memiliki keunggulan besar karena dapat diproduksi dalam jumlah tidak terbatas dan kualitasnya lebih stabil dibanding jaringan donor manusia biasa.
Dibuat Seperti Struktur Kulit Asli
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menciptakan kerangka biologis khusus agar sel yang ditumbuhkan di laboratorium dapat membangun struktur mirip kulit manusia asli.
Zhao mengibaratkan proses tersebut seperti membangun rumah.
“Kami memberi sel sebuah fondasi seperti kerangka rumah, lalu mereka membangun struktur yang kami inginkan,” ujarnya.
Setelah struktur terbentuk, seluruh sel manusia yang membangunnya dihilangkan menggunakan deterjen khusus.
Hasil akhirnya adalah struktur biologis murni tanpa sel hidup, sehingga risiko penolakan imun dan ketidakcocokan jaringan menjadi jauh lebih kecil.
Material tersebut kemudian membantu tubuh pasien memperbaiki jaringan luka secara alami sebelum akhirnya perlahan digantikan jaringan tubuh asli.
Berpotensi Jadi Solusi Masa Depan
Tim peneliti menilai teknologi ini berpotensi menjadi solusi baru untuk pengobatan luka diabetes yang selama ini sulit ditangani.
Selain membantu penyembuhan lebih baik, teknologi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko jaringan parut dan amputasi.
Saat ini proses produksi masih dilakukan di laboratorium menggunakan kultur sel dalam wadah khusus.
Namun Zhao berencana meningkatkan skala produksi menggunakan bioreaktor agar material dapat diproduksi lebih cepat, seragam, dan siap digunakan secara luas di dunia medis.
Jika pengembangan berhasil, teknologi ini bisa menjadi terobosan besar dalam perawatan luka kronis dan pengobatan regeneratif modern.*
Peneliti Texas A&M University mengembangkan perban biologis inovatif untuk membantu penyembuhan luka diabetes kronis dan mengurangi risiko amputasi. Teknologi baru ini menggunakan struktur biologis hasil rekayasa sel manusia tanpa menyertakan sel hidup sehingga dinilai lebih aman dan efektif.