RIWARA.id - Peran Guru Ngaji yang memberikan pendidikan Al-Qur’an untuk anak-anak tidak bisa dianggap sepele. Guru ngaji merupakan salah satu elemen penting dalam memperkuat fondasi moral dan keagamaan bangsa.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengapresiasi pentingnya peran guru ngaji Al-Qur’an, yang mayoritas dilakukan dengan sukarela.
“Peran guru ngaji menjadi bagian penting dari fondasi kehidupan berbangsa yang harus terus diperkuat,” ujar Menag yang dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Minggu 3 Mei 2026.
Menag pun berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru ngaji, termasuk dukungan perlindungan sosial.
"Kita terus mendorong agar para guru ngaji mendapat perhatian yang lebih baik, termasuk akses perlindungan kesehatan seperti BPJS,” ungkapnya.
Dikatakan Menag, peran guru ngaji tidak hanya pada aktivitas mengajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjaga nilai, martabat, dan keberlanjutan tradisi keilmuan Islam di tengah perubahan zaman.
Menag menambahkan, para guru ngaji memegang peran penting dalam membentuk fondasi keagamaan generasi muda.
Menurutnya, menjaga Al-Qur’an bukan hanya merawat kitab secara fisik, tetapi memastikan nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya tetap hidup dengan pengajaran yang benar dan konsisten.
"Menjaga kalam berarti menjaga agar Al-Qur’an terus dipahami, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.
Beasiswa PJJ Keagamaan untuk Guru Ngaji
Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah menggencarkan program Beasiswa Sarjana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan.
Beasiswa ini dipersiapkan bagi para pendidik di lingkungan pesantren dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) atau Guru Ngaji.
Pendaftaran program beasiswa ini dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026. Program studi yang tersedia adalah Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Agama Islam di UIN Siber Syekh Nurjati.
“Beasiswa ini dirancang khusus agar ustaz dan ustazah bisa kuliah tanpa meninggalkan tugas mengajar. Sistemnya fleksibel dan bisa dilakukan secara daring, sehingga tetap bisa mengabdi di masyarakat,” jelas Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin.
Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung penuh oleh pemerintah, mulai dari pendaftaran hingga kelulusannya. "Beasiswa ini adalah kesempatan besar yang bisa dimanfaatkan oleh para guru LPQ untuk meningkatkan kompetensi,” imbuhnya.
Kemenag berharap dengan adanya beasiswa ini dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas pendidik keagamaan melalui sistem fleksibel berbasis digital.
Selain itu, program beasiswa ini juga diharapkan dapat meningkatkan standar pendidikan di pesantren dan LPQ.
Kemenag menyiapkan Beasiswa PJJ Keagamaan sebagai salah satu apresiasi bagi Guru Ngaji. Beasiswa ini dapat meningkatkan kompetensi para Guru Ngaji.