Penyaluran Bansos di Bandar Lampung Masih Belum Tepat Sasaran, Percepat Digitalisasi Bansos Jadi Solusi atau Tantangan?

Senin, 27 April 2026 | 17:00 WIB
Cek syarat dan info pencairan bansos ibu hamil 2026
Penyaluran bansos di Bandar Lampung belum tepat sasaran (Foto: pixabay)

 

Riwara.id – Membahas berbagai hal tentang bantuan sosial memang kompleks, bukan hanya terletak pada proses distribusi bantuan, pemutakhiran data atau peran perangkat desa, instansi dan pendamping bansos yang mendampingi keluarga penerima manfaat.

Masalah bansos yang utama justru terletak pada apakah bansos benar-benar terdistribusi tepat sasaran atau tidak. Hal ini seperti yang terjadi di kota Bandar Lampung, ternyata masih banyak bansos pemerintah yang belum tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebut penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Bandar Lampung masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi itu dipicu data penerima yang belum dimutakhirkan secara optimal.

Menurut Gus Ipul, pembenahan data menjadi pekerjaan utama agar bansos benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Sebagian bansos memang masih belum tepat sasaran. Salah satu penyebabnya adalah data yang belum dimutakhirkan,” ungkapnya seperti dikutip Riwara.id dari laman Kemensos, Senin, 27 April 2026.

Kementerian Sosial selama setahun terakhir terus melakukan konsolidasi data penerima bansos. Langkah itu dilakukan untuk mengalihkan bantuan dari penerima yang tidak lagi memenuhi syarat kepada warga yang lebih berhak.

Masalah data bansos tidak bisa ditangani pemerintah pusat sendiri. Peran pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW dinilai sangat penting untuk memastikan data penerima sesuai kondisi di lapangan.

"Data itu sangat dinamis. Setiap hari bisa berubah, ada yang lahir, meninggal, pindah, atau berubah kondisi ekonominya. Karena itu, pemutakhiran harus dilakukan terus-menerus," ujarnya.

Selain pembaruan data secara manual, Kemensos juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi bansos. Program tersebut telah diuji coba di sejumlah daerah dan akan diperluas ke lebih banyak wilayah.

"Kalau hasilnya konsisten, digitalisasi ini akan kita terapkan secara nasional," tambahnya.

Melalui digitalisasi bansos, masyarakat bisa ikut mengawasi penyaluran bansos lewat aplikasi Cek Bansos. Warga dapat mengecek status penerima hingga menyampaikan usulan maupun sanggahan.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah memastikan pihaknya segera menindaklanjuti arahan tersebut. Pemutakhiran data penerima bansos akan dilakukan hingga tingkat kelurahan.

"Kami akan siapkan operator dan berkoordinasi dengan seluruh jajaran agar data ini cepat diperbarui," pungkas Deddy.***

Penyaluran bansos di Bandar Lampung masih banyak yang belum tepat sasaran, Kemensos akan percepat digitalisasi bansos

Editor
Windy Anggraina -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories