Vitamin C Ini Disebut 38 Kali Lebih Efektif Menyerap ke Kulit, Benarkah Lebih Ampuh?

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 18 April 2026 | 04:53 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

RIWARA.id — Tidak semua vitamin C dalam produk skincare bekerja dengan cara yang sama. Studi terbaru mengungkap bahwa jenis formulasi tertentu mampu menembus kulit jauh lebih efektif—bahkan hingga puluhan kali lipat dibandingkan bentuk lainnya.

Sebagaimana dilansir riwara.id pada hari ini, Sabtu (18/4/2026), dari publikasi di Journal of Cosmetic Dermatology, peneliti membandingkan tiga jenis vitamin C dalam produk yang beredar di pasaran berdasarkan kemampuan penetrasinya ke dalam kulit.

Penetrasi Vitamin C Bisa Berbeda Jauh

Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan membran sintetis yang dirancang menyerupai struktur kulit manusia untuk mengukur penyerapan vitamin C hingga lapisan epidermis dan dermis selama 72 jam.

Tiga formulasi yang diuji meliputi:

30% tetrahexyldecyl ascorbate (THD)
15% L-ascorbic acid (AA)
Sodium ascorbate (SA) enkapsulasi

Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan.

Setelah 6 jam:
THD: 6%
AA: 4,8%
SA: 0,225%
Setelah 72 jam:
THD menunjukkan penyerapan hingga 38 kali lebih tinggi dibandingkan dua formulasi lainnya
Kenapa Bisa Berbeda?

Peneliti menjelaskan bahwa perbedaan ini kemungkinan dipengaruhi oleh sifat kimia masing-masing bentuk vitamin C.

THD ascorbate bersifat lipofilik (larut lemak), sehingga lebih mudah menembus skin barrier
L-ascorbic acid dan sodium ascorbate bersifat hidrofilik (larut air), sehingga lebih sulit menembus lapisan kulit

Selain itu, stabilitas juga menjadi faktor penting. L-ascorbic acid diketahui mudah teroksidasi, yang bisa menurunkan efektivitasnya seiring waktu.

Tidak Sekadar Penyerapan

Meski hasilnya mencolok, peneliti mengingatkan bahwa studi ini hanya mengukur penetrasi, bukan efektivitas klinis.

Artinya, penelitian ini tidak menilai langsung:

Pengurangan kerutan
Perbaikan warna kulit
Produksi kolagen

Dengan kata lain, penyerapan tinggi belum tentu berarti hasil klinis lebih baik.

Ada Keterbatasan Studi

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

Studi menggunakan membran sintetis, bukan kulit manusia
Tidak mengevaluasi hasil klinis pada pasien
Penelitian disponsori oleh perusahaan skincare, sehingga potensi bias tetap ada
Apa Artinya untuk Konsumen?

Temuan ini menunjukkan bahwa memilih produk vitamin C tidak bisa hanya melihat kadar atau persentase saja.

Ada beberapa faktor penting:

Jenis vitamin C yang digunakan
Stabilitas formulasi
Sistem delivery dalam produk

Penyerapan hanyalah satu bagian dari efektivitas keseluruhan.

Studi ini membuka perspektif baru bahwa tidak semua vitamin C bekerja sama di kulit.

Formulasi tertentu, seperti THD ascorbate, menunjukkan potensi penyerapan lebih tinggi dalam kondisi laboratorium. Namun, apakah hal ini benar-benar memberikan manfaat klinis yang lebih baik, masih perlu penelitian lebih lanjut.


Catatan Redaksi

Artikel ini disusun berdasarkan publikasi dari Journal of Cosmetic Dermatology. Informasi bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional.*

Studi terbaru ungkap perbedaan penyerapan vitamin C ke kulit bisa mencapai 38 kali lipat. Ini jenis yang paling efektif menurut penelitian.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.