Mengenal Rudal Murah Produk 358 Iran Diklaim Rontokkan Jet Siluman F-35

  • Ari Kristyono
  • Kamis, 09 April 2026 | 23:25 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi rudal Produk 358, dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi rudal Produk 358, dibuat dengan bantuan Gemini AI (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – Dunia penerbangan militer dikejutkan dengan laporan jatuhnya jet tempur paling canggih di dunia, F-15E dan klaim serangan terhadap F-35 pada Maret lalu.

Sosok di balik peristiwa ini diduga kuat adalah "Produk 358", amunisi jelajah buatan Iran yang harganya hanya seujung kuku dari harga jet tempur siluman Amerika Serikat.

Senjata ini bukan sekadar rudal darat-ke-udara biasa, melainkan persilangan cerdik antara rudal pencegat dengan drone bunuh diri (kamikaze).

Dikutip dari laporan teknis UNIFIL dan pengamat militer internasional, Produk 358 memiliki kemampuan unik yang disebut loitering mode. Berbeda dengan rudal konvensional yang melesat lurus, senjata sepanjang 2,7 meter ini mampu berpatroli secara otonom dengan pola angka delapan di wilayah udara tertentu. 

Ia akan "nongkrong" di langit menggunakan mesin turbojet subsonik hingga menemukan target, menjadikannya jebakan udara yang mematikan bagi pesawat yang sedang lepas landas maupun berpatroli.

Kecanggihan utama Produk 358 terletak pada sistem panduan yang menggunakan sensor inframerah (IR) pasif dan pengukur jarak laser.

Bac a juga: Transformasi HUT ke-80: KSAU Bidik Penambahan Pesawat A400M dan Operasikan 30 Radar Baru pada 2029

Karena tidak memancarkan sinyal radar (emisi nol), rudal ini sangat sulit dideteksi oleh sistem peringatan dini jet tempur siluman. 

"Produk 358 mengeksploitasi kontras panas mesin jet di langit dingin. Ia tidak butuh radar untuk mengunci, menjadikannya ancaman asimetris yang nyata," ungkap Fabian Hinz, pakar rudal dari IISS.

Dari sisi efisiensi, Produk 358 adalah mimpi buruk ekonomi bagi militer Barat. Satu unit rudal ini diperkirakan hanya berbiaya produksi antara US$10.000 hingga US$90.000.

Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan harga satu unit F-35 yang mencapai US$100 juta. 

Dengan modal yang relatif kecil, Teheran mampu membanjiri langit dengan ratusan "predator murah" untuk melumpuhkan dominasi udara lawan.

Hingga saat ini, Pentagon dilaporkan terus memantau pergerakan senjata yang pertama kali teridentifikasi pada 2019 ini.

Meski jet tempur seperti F-35 te tap menjadi yang p aling mumpuni di dunia, insiden ini membuktikan bahwa realitas peperangan modern telah bergeser. 

Inovasi senjata cerdik berbiaya rendah kini mampu menantang teknologi tinggi yang bernilai triliunan rupiah di berbagai front konflik global. (*)

Rudal "murah" Produk 358 Iran diklaim rontokkan F-35. Simak kecanggihan sistem loitering dan sensor IR pasif yang bikin jet AS buta.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News