Airlangga Hartarto Bahas Efisiensi APBN Rp80 Triliun, Laporan Langsung ke Presiden Prabowo

  • Inung R Sulistyo
  • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:22 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

JAKARTA, RIWARA.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar rapat strategis membahas efisiensi belanja negara sekaligus upaya meningkatkan penerimaan negara, Jumat (27/3/2026). Pertemuan berlangsung di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, sebelum Airlangga langsung menuju Istana Negara untuk melaporkan hasil rapat kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Bahas efisiensi dan kenaikan [penerimaan negara di istana],” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya. Hasil rapat belum diumumkan hari ini.

Rapat ini dihadiri sejumlah menteri bidang ekonomi, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Direktur PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Efisiensi Anggaran Tiga Tahap, Hemat Rp80 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah akan menjalankan tiga tahap efisiensi belanja kementerian/lembaga (K/L) untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi nasional, dengan potensi penghematan hingga Rp80 triliun.

“Kan sudah dihitung hematnya berapa triliun, udah ada kan sekitar Rp80 triliun. Tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti,” kata Purbaya dalam briefing di Kantor Kemenkeu, Rabu (25/3/2026).

Efisiensi menyasar pos anggaran yang kurang prioritas, seperti kedinasan atau perjalanan dinas. &ldq uo;Kalau ada anggaran jalan-jalan, apakah kita bisa potong. Kita bisa lihat yang enggak efisien kan bisa hitung,” tambah Purbaya.

Defisit Tetap Terkendali di Bawah 3%

Purbaya menegaskan, langkah efisiensi ini tidak akan melonggarkan batas defisit anggaran di atas 3% dari PDB. “Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3%,” tegasnya.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas fiskal, sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara bagi program-program strategis nasional.*

 

 

Airlangga Hartarto pimpin rapat efisiensi belanja negara dan strategi peningkatan penerimaan. APBN diproyeksikan hemat Rp80 triliun, defisit tetap terkendali di bawah 3%.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News