RIWARA.ID – Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan armada kebersihan tidak akan mengambil sampah warga yang tidak dipilah dari rumah. Kebijakan itu menjadi bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah d i Kota Solo.
Pernyataan tersebut disampaikan Respati saat berbuka puasa bersama ratusan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan relawan wilayah di Loji Gandrung, Jumat (27/2/2026).
“Kalau sampah tidak dipilah, tidak akan kami ambil,” tegasnya.
Pemkot Solo akan menerapkan pemilahan wajib antara sampah organik dan anorganik. Pengangkutan pun akan dijadwalkan terpisah dengan armada berbeda.
Menurut Respati, sekitar 77 persen komposisi sampah di Solo merupakan sampah organik. Kondisi tersebut selama ini menyulitkan proses pengolahan di TPA Putri Cempo karena sampah rumah tangga bercampur.
Akibatnya, mesin pengolahan kerap bermasalah dan berpotensi menimbulkan penumpukan.
Baca juga: AS - Indonesia Perkuat Diplomasi Pariwisata di Bali, Kantor Konsuler Baru Resmi Dibuka
Untuk mengurangi beban TPA, Pemkot akan menambah TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kelurahan. Pengolahan sampah akan dilakukan bertahap dari tingkat kelurahan, naik ke kecamatan, dan hanya residu yang dibawa ke Putri Cempo.
Respati menyebut penguatan sistem ini akan dibarengi dengan dukungan anggaran serta pengkajian ulang regulasi bersama DPRD agar memiliki dasar hukum yang lebih kuat.
Kepala DLH Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, memastikan pihaknya akan menyusun skema teknis detail termasuk jadwal pengangkutan dan mekanisme pengawasan.(*)
Baca juga: Akankah Ada yang Membeli J-35A? Ambisi Global China dan Tantangan Menyaingi F-35
Ia juga membuka kemungkinan penerapan sanksi bagi warga atau pelaku usaha yang tidak menjalankan kewajiban memilah sampah.
“Kami akan detailkan sampai ke wilayah. Jangan sampai warga sudah memilah, tetapi diangkut lalu disatukan lagi,” ujarnya.
Pemkot berharap kebijakan tegas ini mendorong perubahan perilaku masyarakat. Menurut Respati, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh warga Kota Solo.



Respati Ardi ancam tak ambil sampah warga Solo yang tak dipilah. Pemkot tambah TPS 3R dan siapkan sanksi.