Riwara.id – Salah satu bantuan sosial pemerintah yang juga sangat ditunggu tunggu masyarakat adalah bansos pangan yang didalamnya terdapat beras dan sembako.
Bagi masyarakat yang masuk golongan miskin atau rentan miskin tentu bantuan pangan ini sangat membantu perekonomian rumah tangga.
Sebelumnya, pemerintah fokus pada bansos pangan untuk pemenuhan kebutuhan saat Ramadan dan Idul Fitri. Pasca momentum Idul Fitri selesai, pemerintah melalui Perum Bulog kembali mulai menyalurkan bansos pangan.
Dilansir Riwara.id dari laman bulog.co.id, Kamis, 16 April 2026, penyaluran bantuan pangan nasional untuk periode Februari-Maret 2026 mencapai 8 juta penerima manfaat. Total pemerintah menargetkan 33 juta orang menerima bantuan beras dan minyak goreng itu.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog sebelumnya difokuskan untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Hal ini membuat realisasi penyaluran masih berada di angka tersebut.
" Hampir 8 juta penyalurannya karena kemarin disalurkan pasca-Lebaran. Jadi, kemari n memang diarahkan fokus untuk kita disalurkan untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri dulu. Nah, setelah Idul Fitri baru kita salurkan bantuan pangan ini," jelas Rizal.
Pemerintah menetapkan batas waktu penyaluran bansos pangan hingga 31 Mei 2026. Rizal optimistis target tersebut bisa tercapai dengan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI dan pemerintah daerah.
" Sesuai dengan surat dari Menko Perekonomian batas penyaluran bansos pangan sampai 31 Mei. Insyaallah seluruh proses penyaluran bansos akan tercapai sampai dengan 31 Mei 2026," tambahnya.
Rabu, 15 April 2026, Rizal meninjau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Menurut Rizal, masyarakat cukup antusias untuk menerima bantuan sosial ini.
Bantuan pangan ini diberikan pada setiap KPM mendapat total 20 kilogram (kg) beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan, atau setara 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan.***





 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)
Perum Bulog kembali menyalurkan bansos pangan berupa beras dan minyak goreng pada keluarga penerima manfaat