Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Kantuk Setelah Sahur, Apa Saja dan Bagaimana Cara Menanganinya?

  • Windy Anggraina
  • Senin, 23 Februari 2026 | 12:48 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Efek samping konsumsi keju berlebihan
Konsumsi keju setelah sahur bisa menyebabkan kantuk

Riwara.id– Pernahkah Anda merasa setelah makan atau minum saat sahur tiba-tiba merasa kantuk? Mungkin Anda harus mengetahui ada beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa membuat kantuk melanda.

Kondisi tersebut bukan tanpa sebab. Jenis makanan tertentu dapat memicu rasa mengantuk setelah sahur, sehingga aktivitas pagi hingga siang hari terasa lebih berat.

Seperti dikutip Riwara.id dari laman Masnad Health Clinic, Senin, 23 Februari 2026, menjelaskan beberapa jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai karena berpotensi memicu kantuk setelah sahur, sekaligus cara menyiasatinya.

Makanan tinggi karbohidrat sederhana kerap menjadi pilihan praktis saat sahur. Nasi putih, roti putih, hingga mi instan memang cepat memberikan energi. Namun, jenis karbohidrat ini dapat memicu lonjakan gula darah yang tajam, lalu turun dengan cepat. Penurunan tersebut membuat tubuh terasa lemas dan memicu rasa kantuk setelah sahur.

Baca juga: Ditengah Ketidakpastian Politik dan Ekonomi, Investasi Emas Masih Dilirik Para Investor, Berapa Harga Logam Mulia Hari Ini?

Sebagai alternatif, karbohidrat komple ks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal lebih dianjurkan. Jenis ini dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan mampu bertahan lebih lama tanpa membuat tubuh mudah mengantuk.

Selain itu, makanan tinggi lemak juga berpotensi memicu kantuk. Gorengan, santan kental, dan daging berlemak membutuhkan waktu pencernaan lebih lama. Akibatnya, aliran darah lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan, membuat tubuh terasa berat dan kurang segar.

Jika ingin tetap mengonsumsi lemak, pilih sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, atau ikan yang kaya asam lemak omega-3. Mengurangi konsumsi gorengan saat sahur dapat membantu tubuh tetap ringan dan fokus.

Makanan dan minuman manis juga perlu dibatasi. Kue, sirup, atau teh manis memang menggoda saat sahur, tetapi asupan gula berlebih dapat memicu lonjakan energi sesaat yang kemudian diikuti penurunan drastis. Kondisi ini kerap membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk.

Sebagai pengganti, buah segar bisa menjadi pilihan lebih aman. Gula alami yang disertai serat membantu pelepasan energi secara perlahan, sehingga tubuh tetap bertenaga lebih lama.

Produk olahan susu seperti susu, keju, dan yogurt juga dapat memicu rasa kantuk. Kandungan asam amino triptofan di dalamnya berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin, hormon yang berkaitan dengan rasa rileks dan tidur.

Bagi yang ingin tetap mengonsumsi susu saat sahur, sebaiknya dalam porsi terbatas atau dikombinasikan dengan makanan tinggi protein. Cara ini dapat membantu menekan efek kantuk berlebihan.

Baca juga: DIBUKA BESOK! Pendaftaran Program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta, Cek Syarat dan Mekanismenya di Sini

Pemilihan menu sahur yang tepat menjadi kunci menjaga energi dan fokus selama puasa. Dengan menghindari makanan pemicu kantuk dan menggantinya dengan asupan yang lebih seimbang, aktivitas harian tetap bisa berjalan optimal. ***

Makanan tinggi karbohidrat sederhana kerap menjadi pilihan praktis saat sahur. Nasi putih, roti putih, hingga mi instan memang cepat memberikan energi. Namun, jenis karbohidrat ini dapat memicu lonjakan gula darah yang tajam, lalu turun dengan cepat. Penurunan tersebut membuat tubuh terasa lemas dan memicu rasa kantuk setelah sahur

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News