RIWARA.id – Kota Solo kembali mempertahankan posisinya sebagai kota paling maju di Indonesia pada tahun 2025 berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah, dengan pencapaian skor tertinggi mencapai 4,43.
Prestasi gemilang tersebut berbuah manis dalam ajang penghargaan bergengsi Solo Raya Impact (SRI) Awards 2026 yang dihelat pada Kamis (5/11/2026). Dalam acara tersebut, Kota Bengawan sukses menyabet penghargaan dalam kategori Competitiveness & Human Development Competitiveness Impact Award.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, hadir secara langsung untuk menerima penghargaan prestisius itu. Ia menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa terima kasih atas pengakuan terhadap kinerja pembangunan daerah yang dipimpinnya.
Menurut Respati, kunci utama di balik kemajuan luar biasa yang diraih Kota Solo adalah komitmen kuat terhadap investasi sumber daya manusia (SDM). Fokus tersebut dinilai menjadi fondasi paling esensial bagi kemajuan jangka panjang.
Oleh karena itu, capaian membanggakan ini sekaligus menjadi dorongan besar bagi pemerintah kota untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan. Arah kebijakan pemkot kini tidak lagi melulu berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata.
Pemerintah Kota Solo secara konsisten mengalihkan prioritas pembangunan manusia melalui peningkatan mutu sektor pendidikan serta pengembangan kapasitas warga. Langkah strategis ini diyakini mampu melahirkan generasi yang lebih berdaya saing global.
“Pembangunan ke depan yang diutamakan adalah sumber daya manusia. Tidak hanya pembangunan ke depan infrastruktur, tidak lagi hanya mementingkan fisik, tapi juga manusia. Karena kebijakan ke depan harus ada yang lebih baik,” ujar Respati di hadapan publik.
Kebijakan progresif tersebut, lanjut Respati, sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan sektor pendidikan di Kota Solo diarahkan secara khusus untuk memperkuat inti dari pembangunan manusia itu sendiri.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk investasi terbaik dan paling terjamin untuk masa depan bangsa adalah investasi yang ditanamkan pada manusia. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menerjemahkan arahan tersebut ke dalam program kerja nyata.
Selain berfokus pada kualitas internal, Respati juga menyerukan pentingnya penguatan sinergi regional. Ia mengajak seluruh kepala daerah di kawasan Subosukowonosraten untuk bergandengan tangan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Salah satu inisiatif besar yang saat ini tengah didorong secara bersama adalah pencanangan program ambisius bertajuk Solo Wellness City yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2030 mendatang.
Respati sangat optimis bahwa konsep kota kesehatan dan kesejahteraan ini tidak hanya membawa angin segar bagi Solo, melainkan turut mendongkrak kesejahteraan seluruh wilayah tetangga di sekitarnya.
“Tentu ini harus disyukuri bersama karena Kota Surakarta tidak bisa sendiri. Dan saya mengajak kita lebih kompak, lebih solid dan lebih semangat. Kita berada di jalur yang tepat untuk ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya dengan penuh optimisme. (*)
Kota Solo pertahankan predikat kota paling maju di Indonesia 2025. Wali Kota Respati sebut investasi SDM jadi kunci utama.