RIWARA.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027.
Hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu sejumlah bencana. Untuk itu, perlu langkah nyata dalam melindungi diri dan keluarga dengan mengenali perkiraan waktu datangnya musim hujan, serta memahami potensi ancaman hidrometeorologi.
Selain itu, juga mengetahui langkah mitigasi yang tepat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masing-masing wilayah.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bakom.ri, Minggu 1 November 2026, berikut ini beberapa potensi ancaman bencana hidrometeorologi basah:
- Banjir dan Banjir Bandang. Genangan air tinggi akibat luapan sungai atau saluran air yang tidak mampu menampung debit air hujan.
- Tanah Longsor. Pergerakan tanah atau batuan di lereng bukit atau tebing yang labil akibat air hujan.
- Abrasi/Gelombang Pasang. Peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat membahayakan wilayah pesisir.
- Angin Kencang. Hembusan angin kencang yang menyertai hujan lebat dan berpontensi merusak bangunan, serta menyebabkan pohon tumbang.
Berdasarkan hasil analisis, sebanyak 153 kabupaten/kota berpotensi diguyur hujan lebat dengan total populasi terdampak mencapai 113,8 juta jiwa. Berikut ini rincian wilayahnya:
1. Pulau Sumatra diprediksi pada Desember 2026 - Januari 2027.
2. Pulau Jawa diprediksi pada Januari - Februari 2027.
3. Pulau Bali dan NTT diprediksi pada Januari - Februari 2027.
4. Pulau Kalimantan diprediksi pada Januari - Maret 2027.
5. Pulau Sulawesi diprediksi pada Mei - Juni 2027.
6. Pulau Maluku diprediksi pada Juni - Juli 2027.
7. Pulau Papua diprediksi pada Maret - April 2027.
Untuk mengurangi risiko Bencana Hidrometeorologi, masyarakat diimbau mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar, memantau informasi cuaca dari BMKG, mempersiapkan tas siaga bencana, dan memahami jalur evakuasi.
Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau pemerintah daerah setempat.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca buruk yang bersifat lokal, seperti hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Informasi terkini tentang prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dicek langsung melalui link www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.
BMKG memprediksi puncak musim hujan di wilayah Indonesia akan terjadi pada akhir tahun 2026 hingga awal tahun 2027. Masyarakat diimbau siaga.