RIWAWA.id - Salah satu orang terkaya di dunia dan pendiri Microsoft, Bill Gates memberikan pendapat terkait perkembangan artificial intelligence (AI).
Dilansir dari Engadget, Gates menilai penggunaan AI tanpa perlindungan dan pemantauan sangat berbahaya dan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Gates khawatir kalau AI bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak dengan niat buruk, seperti kegiatan serangan financial, bioterorisme dan teror digital.
Menurut Gates, tidak ada yang lebih buruk dari orang jahat yang menggunakan AI untuk aksi kejahatan global antar negara.
Seperti pisau, AI bisa digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.
Gates juga membicarakan fitur kill switch agar bisa membatasi AI bergerak secara mandiri dan berlebihan.
Fitur kill switch ini juga sudah diusulkan oleh Gubernur Negara Bagian California Gavin Newsom untuk mengatasi evolusi AI yang terlalu cepat.
Menurut Gates, dirinya tidak ingin menentang kill switch tapi langkah tersebut tidak bisa mengatasi ancaman terhadap orang-orang jahat yang ingin memanfaatkan AI.
Terkait masalah regulasi, Gates juga mendukung penegak hukum serta politikus agar bisa turun tangan dan duduk bersama membahas perlindungan serta pemantauan kepada perusahaan AI.
Walaupun cara di atas bisa menambah beban operasional bagi perusahaan tapi tidak akan menyebabkan perlambatan untuk inovasi perkembangan AI.
Saat ini, sejumlah CEO dari perusahaan AI sedang menyerukan kebijakan memperlambat laju pengembangan AI.
Gates mendukung langkah tersebut dan meminta regulasi serta pengamanan yang lebih kuat bagi perkembangan AI.
Grok Liris Film Buatan AI
Berita lainnya, model AI milik Elon Musk, Grok merilis film episode pertama berjudul "Odyssey" yang dibuat menggunakan AI.
Sebelumnya, Musk sudah mengkonfirmasi bahwa Grok akan merilis film "The Odyssey" yang jauh lebih akurat dan historis.
Musk memang mengkritik film "The Odyssey" karya dari Christopher Nolan karena melibatkan aktor transgender serta non kulit putih dalam pembuatan film.
Walaupun dikritik, film yang syuting di enam negara tersebut sukses mencapai box office setelah dirilis pada Juli 2026.
Kali ini, seri "Odyssey" versi Grok Imagine dibuat oleh Wonder Studio dan sutradara Dev Walker.
Kolaborasi ini menghasilkan film berdurasi tujuh menit dan diunggah di platform X serta sudah ditonton jutaan orang.
Bagi yang tidak tahu, mungkin akan mengira film ini dibuat oleh aktor sungguhan dan syuting di tempat nyata.
Semoga Bermanfaat.***
Bill Gates tegaskan AI tanpa pengawasan sangat berbahaya dan memicu kejahatan global. Pendiri Microsoft ini mendesak penguatan regulasi bagi perusahaan AI.