Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Terdampak Karhutla Memburuk, Jumlah Kasus ISPA Melonjak

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:06 WIB
Kemenkes dan Pemerintah Daerah Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Karhutla
Kemenkes dan Pemerintah Daerah Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Karhutla (Foto: Instagram.com/@bakohumasofficial)

RIWARA.id – Saat ini, pemerintah terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.

Masyarakat yang terdampak karhutla diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan menjaga kelompok rentan dari paparan asap. Apabila mengalami sesak napas, segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sesuai data di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026, pekatnya kabut asap memicu lonjakan drastis penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), di 68 kabupaten/kota (7 provinsi).

Berdasarkan data tersebut, jumlah kasus ISPA pada anak usia 0-5 tahun (balita) sebanyak 75.172 kasus, sedangkan pada anak usia lebih dari 5 tahun sebanyak 258.298 kasus. Maka, jumlah total penderita ISPA di 68 kabupaten/kota sebanyak 333.470 kasus.

Di wilayah yang terdampak karhutla, status udaranya ada yang masuk dalam kategori Hitam atau Berbahaya (PM2.5>300), dengan risiko partikel halus PM2.5 dan gas beracun yang memicu asma, iritasi mata, hingga serangan jantung.

Merespons krisis tersebut, Kemenkes bersama Pemerintah Daerah telah menyiagakan semua sumber daya kesehatan berupa 1.691 puskesmas, 491 rumah oksigen, 360 RS rujukan, 87 labkesmas, serta 18.547 dokter umum dan spesialis yang bersiaga di lapangan.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bakohumasofficial, Senin 26 Oktober 2026, berikut ini imbauan dari Kemenkes untuk mewaspadai dampak asap dan pencegahan secara mandiri:

- Pantau kualitas udara melalui ISPUnet di aplikasi SATUSEHAT.

- Batasi aktivitas di luar rumah dan cegah asap masuk ruangan.

- Selalu memakai pasker standar dan perbanyak minum air putih.

- Menjaga kelompok rentan serta memberikan perhatian dan perlindungan ekstra pada balita dan lansia.

Upaya Pemadaman Karhutla di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Pemerintah pusat dan daerah juga berupaya memaksimalkan strategi Satgas Darat dan Udara (Water Bombing dan Modifikasi Cuaca) di titik terdampak karhutla yaitu:

1. Wilayah Kalimantan (total luas karhutla 11.202 hektare): Penanganan fokus di Kalteng (7.938 hektare), Kalsel (1.974 hektare), dan Kalbar (1.290 haktare).

2. Wilayah Sumatra (total luas karhutla 7.219 hektare): Penanganan fokus di Sumsel (5.194 hektare) dan Jambi (2.025 hektare).

3. Titik lainnya (luas karhutla 1.243,7 hektare): Penanganan fokus di wilayah sekitar IKN, Lampung, Jateng, Jatim, Sulut, Sulteng, Sulbar, Maluku Utara, serta Papua Barat.

Kemenkes mendata jumlah kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla melonjak, karena kualitas udara yang memburuk atau termasuk Kategori Hitam.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories