RIWARA.id - Pemerintah Inggris akan mengirimkan jet tempur angkatan udara Royal Air Force (RAF) ke Arab Saudi untuk membantu melawan kelompok milisi Houthi.
Dilansir dari Anadolu, RAF akan mengirimkan jet tempur Typhoon ke Arab Saudi untuk melindungi kota dan infrastruktur kritis serta penting.
Jet Typhoon ini akan menjalankan misi pertahanan untuk melindungi wilayah udara Saudi dari serangan rudal dan drone.
Selain defensif, jet tempur tersebut juga akan melakukan serangan ofensif terhadap Houthi.
Selain Typhoon, angkatan udara Inggris juga akan mengirimkan pesawat angkut RAF A400M untuk membantu memindahkan peralatan pertahanan di wilayah Arab Saudi.
Selain pesawat tempur, Inggris juga akan mengirimkan para penasihat militer untuk membantu para perwira staf Saudi dalam melawan gempuran Houthi.
Inggris juga akan terus memperpanjang bantuan pengisian bahan bakar di udara untuk operasi pertahanan Arab Saudi.
Selain itu, ada juga operasi militer yang akan menargetkan fasilitas dan aset-aset penting milik Houthi di Yaman.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyebut serangan Houthi ke Arab Saudi sebagai sesuatu yang benar-benar tercela dan tidak bisa diterima.
Apalagi Arab Saudi merupakan sekutu dekat Inggris di wilayah Timur Tengah. Streeting juga menyinggung serangan Houthi ke Bandara Riyadh yang membuat puluhan orang terluka dan belasan tewas.
Serangan tersebut sangat berbahaya karena meningkatkan eskalasi di kawasan Teluk.
Apalagi kawasan Teluk masih belum selesai dari perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut dirinya siap melakukan serangan besar-besaran lagi setelah pemilu sela di Amerika selesai.
Di sisi lain, pemerintah Inggris juga memperingatkan bahwa meningkatnya eskalasi di kawasan Teluk bisa berdampak secara Ekonomi bagi negara di wilayah Eropa Barat tersebut.
Saat ini, beberapa negara Eropa sedang menghadapi kenaikan biaya hidup akibat naiknya harga energi secara global.
Bagi masyarakat Inggris, konflik di Timur Tengah bisa membuat biaya hidup semakin meningkat dan membuat beban bertambah bagi industri.
Trump Tunda Jual Rudal ke Ukraina
Presiden Donald Trump menunda persetujuan transfer rudal pencegat Patriot kepada Ukraina untuk menangkal serangan udara Rusia.
Sampai saat ini, Rusia terus mengirimkan ratusan rudal dan drone ke wilayah Ukraina, terutama ibu kota Kyiev.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth masih belum secara resmi menolak rencana pengiriman rudal Patriot.
Walaupun tahapan awal sudah disetujui, pengiriman masih menunggu persetujuan dari pihak terkait.
Rudal pencegah Patriot yang dikirim ke Ukraina biasanya berasal dari negara-negara sekutu di Uni Eropa.
Transfer Patriot juga harus mendapatkan persetujuan dari Pentagon sebelum akhirnya dikirim dan digunakan oleh Ukraina.
Dari laporan seorang pejabat Ukraina, negara di Eropa Timur tersebut sedang mengalami krisis rudal pencegah.
Ukraina dilaporkan hanya memiliki beberapa Patriot lagi untuk mencegah rudal dan drone dari Rusia.
Semoga Bermanfaat.***
Inggris kirim jet tempur Typhoon dan penasihat militer ke Arab Saudi untuk lawan Houthi. Simak dampak eskalasi konflik Teluk terhadap ekonomi Eropa!