RIWARA.id – Indonesia memperkuat alutsista TNI dengan mendatangkan 202 unit senapan penembak jitu (sniper rifle) semi-otomatis KMR762 buatan manufaktur industri pertahanan asal Turki, Kalekalip. Pengadaan senjata presisi tinggi berkaliber 7,62 mm ini menjadi bagian dari upaya modernisasi persenjataan militer Tanah Air.
Dikutip dari Airspace Review, paket pengiriman alutsista beserta aksesori pendukungnya bernilai 2,35 juta dolar AS atau setara Rp36,8 miliar tersebut diterbangkan langsung dari Bandara Esenboğa, Ankara, pada 28 September 2026.
Kesepakatan pengadaan senapan runduk ini makin memperkokoh kerja sama pertahanan bilateral antara Jakarta dan Ankara. Di sisi lain, langkah ini memperluas jangkauan ekspor persenjataan Turki ke kawasan Asia Tenggara guna mendukung stabilitas regional.
Sebagai senapan runduk semi-otomatis berstandar NATO dengan kaliber 7,62×51 mm (.308 Win), KMR762 dirancang khusus untuk menyajikan performa serta akurasi ekstrem di berbagai medan operasi tempur.
Secara teknis, senjata berbobot 5,5 kilogram ini dibekali laras cold-hammer-forged sepanjang 20 inci (508 mm). Bagian dalam laras dilapisi kromium, sedangkan bagian luarnya diselimuti lapisan manganese phosphate untuk daya tahan maksimal.
Kombinasi desain material tersebut memungkinkan proyektil meluncur deras dengan kecepatan awal (muzzle velocity) hingga 800 meter per detik. Senjata ini mampu menghantam sasaran secara efektif hingga jarak jangkauan 800 meter.
Tingkat presisi tembakan KMR762 didukung oleh alur laras right-hand twist rate berrasio 1:12 inci. Fitur teknis ini berfungsi menjaga stabilitas aerodinamis proyektil kaliber 7,62 mm saat melayang membelah udara menuju target.
Sistem mekanisme pemicunya memiliki bobot tarik (trigger pull weight) terukur antara 15 hingga 20 Newton. Spesifikasi ini memberikan responsivitas konsisten untuk mengeksekusi tembakan presisi secara cepat tanpa mengorbankan keselamatan operasional penembak.
Selain daya tembak dan jarak jangkau yang ampuh, KMR762 memprioritaskan efisiensi serta kenyamanan pemakaian bagi para prajurit di lapangan.
Senapan runduk ini dilengkapi rel STANAG 4694/M1913 Picatinny yang memberikan fleksibilitas tinggi untuk pemasangan berbagai perangkat optik pertempuran, teropong malam, dan aksesori modular lainnya.
Desain ergonomis senapan ini makin dioptimalkan berkat sematan popor tipe thumbhole stock, sandaran pipi (cheek rest), serta bantalan bahu yang dapat disesuaikan dengan postur penembak.
Sebagai kelengkapan standar pertempuran, senapan sniper KMR762 ini ditopang oleh magazen polimer berkapasitas 20 butir peluru. Kedatangan ratusan senapan KMR762 ini kian mempertegas reputasi Turki sebagai produsen alutsista berkualitas tinggi yang diakui pasar global. (*)
Mengenal senapan sniper KMR762 yang dibeli Indonesia dari Turki. Memiliki akurasi tinggi berjangkauan 800 meter berstandar NATO.