JAKARTA, RIWARA.ID - Sosok Hatta Rajasa bukanlah nama baru dalam lanskap politik dan pemerintahan Indonesia. Setelah cukup lama berada di luar dinas pemerintahan, tokoh senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini resmi kembali ke lingkungan Istana.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia dilantik bersama jajaran anggota Wantimpres lainnya untuk memberikan nasihat dan pertimbangan strategis kepada Kepala Negara.
Kembalinya Hatta ke lingkaran kekuasaan seolah menegaskan matangnya rekam jejak yang ia miliki. Lantas, bagaimana perjalanan hidup dan karier sang politisi senior hingga kembali dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat nasional?
Dari Kota Palembang hingga Menjelajah ITB
Lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 18 Desember 1953, Hatta Rajasa tumbuh sebagai anak kedua dari 12 bersaudara. Sejak lulus Sekolah Dasar, ia sudah terbiasa hidup mandiri saat harus tinggal bersama pamannya di Kota Palembang.
Pengalaman jauh dari keluarga sejak usia muda inilah yang membentuk watak kemandirian, kedisiplinan, serta rasa kepedulian sosial yang tinggi pada dirinya.
Semangat belajarnya kemudian membawa Hatta melangkah ke Kota Bandung. Pada tahun 1973, ia resmi diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil jurusan Teknik Perminyakan. Di kampus teknik ternama ini, Hatta tak hanya fokus pada akademis, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan serta pembinaan di lingkungan Masjid Salman ITB.
Mengawali Karier dari Industri Perminyakan
Sebelum terjun sepenuhnya ke panggung politik, Hatta mengawali karier profesionalnya di sektor riil. Berbekal keahlian Teknik Perminyakan dari ITB, ia sempat bekerja di perusahaan energi seperti PT Bina Patra Jaya dan PT Meta Epsi.
Karier bisnisnya melonjak saat ia dipercaya memimpin perusahaan migas, PT Arthindo Utama. Hatta menjabat sebagai Presiden Direktur Arthindo sejak tahun 1982 hingga 2000. Pengalaman di dunia usaha dan perminyakan inilah yang kelak menjadi modal berharga saat ia mengelola kebijakan ekonomi negara.
Langkah Politik: Dari DPR hingga Jadi Mensesneg dan Menko
Tahun 2000 menjadi titik balik bagi Hatta. Ia memutuskan meninggalkan dunia bisnis untuk memfokuskan diri di panggung politik bersama Partai Amanat Nasional (PAN).
Karier politiknya meroket pesat:
- Pemilu 1999: Terpilih menjadi anggota DPR/MPR RI dan dipercaya menjabat Ketua Fraksi Reformasi.
- Menteri Riset dan Teknologi (2001–2004): Masuk ke dalam kabinet pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
- Menteri Perhubungan (2004–2007): Dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengurusi sektor transportasi nasional.
- Menteri Sekretaris Negara (2007–2009): Mengawal jalannya manajemen kepresidenan SBY.
- Menko Perekonomian (2009–2014): Menjadi nahkoda utama kebijakan ekonomi Indonesia di Kabinet Indonesia Bersatu II.
Di internal partai, puncak kepemimpinannya terjadi saat ia terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2010–2015 menggantikan Soetrisno Bachir.
Reuni dengan Prabowo Subianto di Istana
Hubungan politik antara Hatta Rajasa dan Prabowo Subianto memiliki catatan sejarah yang panjang. Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, Hatta maju sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden.
Meski kontestasi saat itu belum membuahkan hasil, hubungan baik dan kesamaan visi di antara keduanya terus terjaga. Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Hatta kembali dipanggil untuk mengabdi sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Pengalaman panjangnya di sektor migas, parlemen, hingga berbagai kementerian strategis menjadi modal berharga dalam mendampingi jalannya pemerintahan. ***
Presiden Prabowo melantik Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Simak profil lengkap, perjalanan karier, dan rekam jejak politisi senior PAN ini.