VIRAL Korban Selamat Kapal Virgo Transport 8 Dilarang Menuntut dengan Imbalan Rp500 Ribu, Benarkah?

Jumat, 18 September 2026 | 20:16 WIB
Beredar surat pernyataan korban selamat kapal Virgo Transport 8 agar tidak menuntut perusahaan kapal
Beredar surat pernyataan korban selamat kapal Virgo Transport 8 agar tidak menuntut perusahaan kapal

JAKARTA, RIWARA.ID – Sebuah foto surat pernyataan terkait penumpang selamat dari tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 mendadak viral. Hal ini langsung memicu gelombang kecaman di media sosial.

Pasalnya, dalam surat yang beredar tersebut, para korban selamat diminta membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp10.000 setelah menerima uang yang diklaim sebagai "tali asih" sebesar Rp500.000 dari pihak pengelola kapal.

Isu ini pertama kali diunggah oleh akun Threads @aleprivazi pada Jumat (18/9/2026). Pengunggah menyayangkan sikap manajemen perusahaan yang dinilai memanfaatkan situasi di tengah proses evakuasi.

“Bosnya Virgo, kapal yang tenggelam dan makan korban, bagi-bagi Rp500 ribu ke korban yang selamat dan meminta tanda tangan surat ‘tutup mulut’,” tulis akun @aleprivazi.

Klausul Bebas Tuntutan dan Pengakuan Tali Asih

Dalam dokumen tertulis yang dibuat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Kamis (17/9/2026) itu, tercantum data diri penumpang beserta klausul bahwa penerima telah mengambil uang santunan dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.

"Dengan ini menyatakan bahwa saya menerima tali asih dari PT Virgo Transport 8. Tali asih tersebut telah saya terima dengan baik dalam keadaan sadar, sehat, dan tanpa adanya paksaan," bunyi penggalan surat tersebut.

Namun, poin yang menjadi sorotan utama publik berada pada paragraf selanjutnya. Surat tersebut memuat klausul larangan bagi korban untuk mengajukan tuntutan hukum di kemudian hari.

"Dengan diterimanya tali asih tersebut, saya menyatakan bahwa penyelesaian atas kejadian tersebut telah dilakukan secara musyawarah. Saya selaku penerima santunan tidak akan mengajukan tuntutan, klaim, maupun permintaan ganti rugi kembali kepada PT VIRGO KARYA SHIPPING," lanjut isi dokumen tersebut.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang geram. Banyak yang menilai tindakan meminta tanda tangan surat pernyataan tidak menuntut di saat proses pencarian korban masih berlangsung adalah hal yang tidak berempati.

PT Virgo Karya Shipping Siap Tanggung Jawab

PT Virgo Karya Shipping selaku operator KM Virgo Transport 8 belum menanggapi secara resmi kabar yang viral tersebut. Namun perusahaan ini dalam kesempatan sebelumnya menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab.

Juru Bicara PT Virgo Karya, Simson Rihi, mengatakan menegaskan perusahaan memahami kondisi yang dihadapi keluarga serta akan terus memberikan perhatian selama proses penanganan berlangsung.

“Kami akan terus menjalankan tanggung jawab kepada korban dan keluarga,” ucapnya dikutip dari RRI. 

“Komitmen ini akan kami lakukan hingga proses penanganan dan evakuasi korban dapat diselesaikan,” lanjutnya.

Perusahaan berharap upaya tersebut berjalan secepatnya sehingga korban yang masih belum ditemukan dapat segera ditemukan.

“Atas nama PT Virgo Karya Shipping, kami akan bertanggung jawab penuh atas penanganan pascakecelakaan KM Virgo Transport 8,” katanya. “Sampai dengan saat ini dan seterusnya, kami akan bertanggung jawab penuh.”

Data Evakuasi Korban

Tragedi tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 sendiri terjadi pada 13 September 2026 lalu. Hingga Kamis (17/9/2026), tim SAR gabungan mencatat sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian:

  • Selamat: 108 orang
  • Meninggal Dunia: 6 orang
  • Dalam Pencarian: 129 orang

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik maupun manajemen PT Virgo Transport 8 belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait beredarnya surat pernyataan yang viral di media sosial tersebut. ***

Beredar surat pernyataan korban selamat kapal Virgo Transport 8 yang diminta tanda tangan meterai demi tali asih Rp500 ribu dan janji tak menuntut

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories