RIWARA.id – Kapal induk Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Queen Elizabeth (R08), resmi kembali berlayar setelah menyelesaikan rangkaian perbaikan besar (overhaul) secara menyeluruh dan memasuki tahap uji operasional laut.
Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan kapal berbobot 65.000 ton tersebut sebelum menggantikan posisi HMS Prince of Wales (R09) sebagai kapal bendera (flagship) utama dan armada pemukul bersiaga tinggi Inggris pada akhir 2027.
Menurut laporan yang dikutip dari Turdef, HMS Queen Elizabeth akan menghabiskan waktu selama tiga bulan ke depan untuk menjalani rangkaian latihan militer serta operasi terpadu di sekitar perairan Inggris dan Eropa Utara.
Sejak Juli lalu, kapal induk ini juga telah mengemban peran strategis sebagai Markas Komando Terapung NATO untuk Pasukan Reaksi Cepat Sekutu (Allied Reaction Force Maritime).
Kapal induk yang pertama kali masuk dinas aktif pada Desember 2017 ini mulai menjalani perbaikan berkala pada akhir 2024.
Proses perbaikan diawali di Pangkalan Angkatan Laut Portsmouth, yang mencakup pembaruan pada sistem navigasi serta sistem kendali dorong kendali propulsi kapal.
Setelah penanganan di Portsmouth selesai, HMS Queen Elizabeth kemudian dipindahkan ke galangan kapal Rosyth untuk menjalani pekerjaan perbaikan galangan kering (dry-dock) sesuai jadwal pemeliharaan berkala.
Angkatan Laut Inggris menegaskan bahwa perbaikan galangan kering ini merupakan siklus perawatan rutin enam tahunan yang memang telah direncanakan sejak perbaikan galangan pertama pada 2019 lalu, bukan bentuk modernisasi paruh baya yang dipercepat.
Meskipun perbaikan ini berjalan sesuai jadwal resmi, riwayat operasional kapal tersebut sebelumnya sempat diwarnai penanganan masalah teknis mendadak pada sistem penggerak utama.
Pada Februari 2024, HMS Queen Elizabeth mendadak batal memimpin latihan armada NATO bertajuk Steadfast Defender akibat ditemukannya kerusakan pada kopling poros propulsi sebelah kanan saat pemeriksaan pra-pelayaran.
Sebagaimana dikutip dari Turdef pada saat insiden terjadi, kendala teknis mendadak tersebut memaksa Inggris menerjunkan kapal induk HMS Prince of Wales sebagai pengganti darurat dalam waktu singkat.
Kementerian Pertahanan Inggris kemudian menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh korosi akibat aus operasional pada kopling poros kanan kapal.
Imbas gangguan tersebut, HMS Queen Elizabeth harus menjalani perbaikan darurat di galangan kering Rosyth selama empat bulan sebelum akhirnya berhasil kembali ke Portsmouth pada Juli 2024.
Insiden tersebut terjadi kurang dari dua tahun setelah kerusakan serupa yang menimpa HMS Prince of Wales pada Agustus 2022, di mana kapal tersebut mengalami kegagalan kopling poros kanan beberapa jam setelah bertolak menuju Amerika Serikat.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa penyebab kedua kerusakan tersebut berbeda. Kerusakan HMS Prince of Wales dipicu oleh masalah keselarasan poros sejak masa konstruksi, sedangkan HMS Queen Elizabeth murni disebabkan oleh faktor korosi.
Kini, setelah perbaikan dan pembaruan sistem kendali penggerak selesai dilaksanakan di Rosyth, HMS Queen Elizabeth siap melakoni serangkaian latihan tempur NATO sebelum resmi mengambil alih status flagship Inggris pada akhir 2027.
Kapal induk HMS Queen Elizabeth kembali melaut usai perbaikan besar. Siap jadi kapal bendera utama Inggris pada akhir 2027.