JAKARTA, RIWARA.ID – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali melonjak sejak Minggu, 6 September 2026,dini hari pukul 03.53 WIB kian meluas. Update terbaru, lima bandara resmi ditutup sementara demi menjaga keselamatan penerbangan dari bahaya abu vulkanik.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa penutupan lima simpul transportasi udara ini dilakukan setelah berkoordinasi intensif dengan Kepala BNPB serta pemangku kepentingan terkait.
Daftar 5 Bandara Ditutup Sementara
Berdasarkan pembaruan data operasional hingga Minggu siang, berikut adalah daftar bandara yang terdampak penutupan operasional:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten): Ditutup mulai pukul 08.36 WIB setelah pengujian paper test mengonfirmasi paparan abu vulkanik di area landasan.
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta): Ditutup mulai pukul 09.49 WIB dengan estimasi penutupan hingga pukul 14.00 WIB.
- Bandara Internasional Radin Inten II (Lampung): Ditutup sementara hingga pukul 14.00 WIB.
- Bandara Budiarto (Curug, Banten): Ditutup sementara hingga pukul 13.30 WIB.
- Pondok Cabe Airport (Tangerang Selatan, Banten): Ditutup sementara hingga pukul 14.00 WIB.
Pantauan Sebaran Abu Vulkanik 24 Jam
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa langkah penutupan melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) diambil setelah abu vulkanik terdeteksi telah mengarah dan mencapai area Bandara Soekarno-Hatta.
Kemenhub terus mengintensifkan pemantauan pergerakan debu vulkanik secara real-time bekerja sama dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta mendapatkan data pemantauan dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia.
Pemerintah mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa pembaruan status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi masing-masing maskapai sebelum melakukan perjalanan ke bandara. ***
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau kian meluas hingga membuat lima bandara resmi ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik. Cek rincian NOTAM dan daftarnya