Tragis, Dua WNA Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tewas Terkubur Material Vulkanik

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:56 WIB
SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara
SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara (Foto: BNPB)

 

RIWARA.id – Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian korban erupsi Gunung Dukono setelah berhasil menemukan dua jenazah warga negara asing (WNA) pada Minggu (10/5/2026).

Penemuan ini menggenapi total tiga korban jiwa dalam bencana tersebut, setelah sebelumnya seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial E (P) ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu kemarin.

Kedua korban terakhir berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27) ditemukan tidak jauh dari titik penemuan korban pertama. Jasad kedua pria asing tersebut tertimbun material pasir vulkanik dengan kedalaman yang cukup signifikan, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Petugas di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati mengingat aktivitas erupsi Gunung Dukono masih fluktuatif dan mengancam keselamatan personel.

Pasca-evakuasi, seluruh jenazah langsung dilarikan ke RSUD Tobelo untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan medis. Operasi besar ini melibatkan sedikitnya 98 personel gabungan dari Basarnas, TNI AD, TNI AL, Polri, hingga relawan masyarakat.

Selain tiga korban tewas, tim gabungan mencatat sebanyak 15 orang lainnya—terdiri dari 7 WNA Singapura dan 8 WNI—berhasil diselamatkan dari amukan material vulkanik.

Tragedi ini memicu langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Bupati Halmahera Utara secara resmi menetapkan penutupan permanen aktivitas pendakian Gunung Dukono per Jumat (8/5/2026). 

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari status larangan masuk kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah yang sebelumnya sering diabaikan oleh oknum pendaki maupun penyedia jasa perjalanan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa pengawasan di area Gunung Dukono akan diperketat. Setiap pelanggaran terhadap penutupan jalur pendakian kini dapat dijatuhi sanksi sesuai aturan perundang-undangan.

BNPB juga mengimbau operator wisata dan masyarakat untuk selalu memantau risiko bencana melalui aplikasi InaRisk serta tidak nekat memasuki zona berbahaya demi keselamatan nyawa.

 

Tim SAR temukan 2 WNA tewas tertimbun material erupsi Gunung Dukono. Operasi ditutup, Pemkab Halut resmi larang permanen pendakian.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories