Revitalisasi Kawasan Karaton Surakarta Dimulai, Keputren dan Museum Berstandar Internasional jadi Prioritas, Rampung Desember 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:32 WIB
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, BPK Wilayah X Jawa Tengah, serta jajaran Karaton Surakarta Hadiningrat Menghadiri Sosialisasi Revitalisasi Kawasan Karaton
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, BPK Wilayah X Jawa Tengah, serta jajaran Karaton Surakarta Hadiningrat Menghadiri Sosialisasi Revitalisasi Kawasan Karaton (Foto: Dok. RIWARA)

RIWARA.id, SOLO – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Karaton Surakarta Hadiningrat resmi memulai program revitalisasi kawasan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Program tersebut diawali dengan sosialisasi di Sasana Handrawina Karaton Surakarta, Jumat 17 Juli 2026, dan ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan atau pada Desember 2026.

Kegiatan sosialisasi itu dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, serta jajaran Karaton Surakarta Hadiningrat.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., atau yang akrab disapa Gusti Moeng, mengatakan revitalisasi kali ini tidak hanya menyasar bangunan inti Karaton, tetapi juga kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan edukasi.

"Alhamdulillah, hari ini Karaton Surakarta Hadiningrat bersama Kementerian Kebudayaan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kebudayaan dan BPK Jawa Tengah mengadakan sosialisasi dimulainya revitalisasi kawasan Karaton Surakarta," kata Gusti Moeng saat ditemui di Sasana Handrawina, Jumat 17 Juli 2026.

Menurutnya, penggunaan istilah kawasan menunjukkan bahwa pekerjaan revitalisasi mencakup area di luar maupun di dalam Kedhaton Karaton Surakarta.

"Kenapa saya sampaikan kawasan? Karena ini meliputi di luar Kedhaton dan di dalam Karaton," ujarnya.

Pada tahap awal ini, revitalisasi difokuskan pada kawasan Keputren atau Karaton Kulon (Karaton bagian barat) yang merupakan salah satu area penting di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup Museum Karaton, termasuk penataan dan pengembangan ruang pamer dengan standar internasional agar koleksi benda-benda bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif sesuai kaidah permuseuman modern.

Gusti Moeng menjelaskan, proses revitalisasi telah disusun dengan target penyelesaian selama empat bulan.

"Waktunya hanya empat bulan, diharapkan nanti Desember selesai," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, yang turut menghadiri sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai salah satu cagar budaya nasional.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam merawat dan melestarikan warisan budaya bangsa melalui kolaborasi dengan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Selain menjaga keaslian bangunan dan kawasan bersejarah, program tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi Karaton sebagai pusat pelestarian budaya Jawa, pendidikan, penelitian, serta destinasi wisata sejarah.

Dengan hadirnya museum dan ruang pamer berstandar internasional, Karaton Surakarta diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat, pelajar, peneliti, maupun wisatawan, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata budaya Kota Solo di tingkat nasional maupun internasional.

Program revitalisasi ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan warisan budaya Karaton Surakarta tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Karaton Surakarta Hadiningrat resmi memulai program revitalisasi kawasan Karaton Surakarta. Program itu ditarget rampung Desember 2026.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories