RIWARA.id - Pemerintah saat ini tengah berupaya memaksimalkan fungsi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang belum lama ini diresmikan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk itu, Pemerintah memastikan peran KDMP sebagai pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang dikutip Riwara.id dari laman setneg.go.id, Kamis 16 Juli 2026.
“Koperasi Desa Merah Putih adalah infrastrukturnya pemerintah. Infrastruktur untuk apa? Untuk menyalurkan barang-barang bantuan sosial, kemudian barang-barang subsidi, yang semuanya nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih, tadi sudah diputuskan,” tutur Menko Zulkifli Hasan.
Selain menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah, Menko juga menjelaskan bahwa KDMP berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat.
Menurutnya, peran tersebut menjadi penting terutama saat harga komoditas pertanian berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“KDMP juga akan menjadi offtaker kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain harga jualnya di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah. Koperasi ini bisa menjadi pembeli dari produk-produk pertanian yang sudah ditentukan harganya sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan bahwa program KDMP diproyeksikan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Menurutnya, keuntungan yang diperoleh koperasi tersebut akan kembali dirasakan oleh masyarakat dan turut meningkatkan pendapatan desa. Dari total keuntungan, ada 20% dari Kopdes yang akan menjadi pendapatan asli desa.
“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya untuk desa. Termasuk sisa dari keuntungannya sebesar 80% akan kembali ke masyarakat di desa,” jelas Yandri Susanto.
Ia menambahkan Pemerintah juga memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui KDMP yang terintegrasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal.
Kementerian Desa juga terus berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa sebagai mitra strategis. Upaya tersebut untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan optimal di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan jika penyaluran bansos akan dilakukan melalui Koperasi Desa Merah Putih.