Bermain di Tepi Jembatan Kalibenda, Dua Bocah di Banjarnegara Hilang Tenggelam di Irigasi Singomerto

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:42 WIB
SAR gabungan menggelar pencarian untuk menemukan bocah yang tenggelam di Irigasi Singomerto Kabupaten Banjarnegara
SAR gabungan menggelar pencarian untuk menemukan bocah yang tenggelam di Irigasi Singomerto Kabupaten Banjarnegara (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan langsung menggelar operasi pencarian besar-besaran setelah dua anak dilaporkan hilang tenggelam di saluran Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

Peristiwa nahas yang menimpa kedua bocah tersebut terjadi pada Rabu sore, ketika kawasan sekitar mulai sepi. Pihak berwenang segera menerjunkan personel bersertifikasi penyelamatan air guna menyisir titik awal hilangnya korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang bergerak cepat dengan memberangkatkan satu tim penyelamat dari Pos SAR Wonosobo begitu menerima laporan resmi dari warga. Pengerahan personel ini dilakukan guna mempercepat proses deteksi keberadaan korban di sepanjang jalur aliran irigasi.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan adanya insiden yang membahayakan keselamatan jiwa manusia tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan unsur potensi SAR setempat untuk memetakan radius pencarian sejak malam hari setelah kejadian.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kedua korban yang hilang diidentifikasi bernama Muhammad Fadli Al Fayad (10), warga Dusun Bantarsari RT 02/RW 02, Desa Kalibenda. Sementara satu korban lainnya adalah Zafran (12), yang tercatat sebagai warga Desa Kalibenda RT 01/RW 02.

Kronologi petaka ini bermula saat seorang saksi mata bernama Sahid (40) melihat kedua anak tersebut sedang bermain di sekitar area Irigasi Singomerto pada pukul 16.30 WIB. Lokasi di sekitar saluran air itu memang kerap menjadi tempat melintas warga setempat.

Selang tiga puluh menit kemudian, tepatnya sekira pukul 17.00 WIB, Sahid tidak lagi melihat keberadaan kedua bocah tersebut di posisi semula. Saksi hanya menemukan ruang kosong di area bawah jembatan Kalibenda yang menjadi titik terakhir aktivitas korban.

Diduga kuat, kedua korban terpeleset saat beraktivitas terlalu dekat dengan bibir saluran air. Karakteristik pinggiran irigasi yang licin membuat mereka langsung tercebur dan terseret arus di saluran yang memiliki kedalaman mencapai 1,5 meter tersebut.

Masyarakat sekitar yang menyadari hilangnya kedua anak itu sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri secara swadaya. Warga menyusuri tepian parit besar tersebut menggunakan alat penerangan seadanya sesaat setelah menyadari adanya indikasi kecelakaan air.

Namun, kendala teknis di lapangan membuat pencarian mandiri oleh warga tidak membuahkan hasil hingga larut malam. Faktor kedalaman air yang fluktuatif serta kondisi visual air yang sangat keruh menjadi hambatan utama yang dihadapi warga di lokasi kejadian.

Sadar akan keterbatasan peralatan medis dan evakuasi, pihak desa akhirnya meneruskan laporan hilangnya kedua bocah tersebut kepada Kantor Basarnas Semarang. Laporan resmi ini menjadi dasar peluncuran operasi SAR terpadu yang melibatkan berbagai elemen kemanusiaan.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan penyisiran di sepanjang aliran irigasi yang membelah kawasan Desa Kalibenda. Petugas membagi tim menjadi beberapa sektor untuk memastikan setiap sudut yang dicurigai tidak terlewatkan dari pemeriksaan.

Selain menyisir permukaan air dengan metode manual dan visual, tim penyelamat juga menerjunkan personel untuk melakukan penyelaman. Teknik selam ini difokuskan pada titik-titik lubuk yang dalam, tempat yang diprediksi menjadi lokasi tersangkutnya tubuh korban.

Budiono menambahkan, kondisi cuaca pada hari ini terpantau cerah sehingga sangat mendukung pergerakan personel di lapangan. Faktor teknis berupa debit air juga mengalami penurunan signifikan setelah pintu air utama Irigasi Singomerto resmi ditutup sementara untuk melancarkan proses evakuasi. (*)

 

Dua anak di Banjarnegara hilang diduga terpeleset ke Irigasi Singomerto Kalibenda. Tim SAR gabungan terjun lakukan penyisiran dan penyelaman.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories