Fenomena 'RAMpocalypse': Harga RAM Meroket Ratusan Persen, Samsung cs Hadapi Gugatan

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:13 WIB
Harga RAM memory melonjak tinggi di pasar global
Harga RAM memory melonjak tinggi di pasar global (Foto: How-to-geek)

 

Riwara.id - Langkahnya memori dan RAM yang membuat harga naik secara global, membuat para perusahaan teknologi yang memproduksi hardware harus menaikkan harga produkya.

Dilansir Gizmochina, Sony dan Nitendo sudah menaikkan harga Playstation 5 dan Switch yang memicu protes di kalangan costumer dan pelanggan yang ingin membeli console gaming tersebut.

Atas dasar itu, tiga perusahaan teknologi seperti Samsung Electronics, SK Hynix sampai Micron Technology sedang menghadapi gugatan di pengadilan AS atas dugaan manipulasi. 

Ketiga perusahaan dikabarkan memanipulasi kekurangan Dynamic Random Access Memory (DRAM) global dan membuat harga memori sampai RAM meningkat drastis di pasar global.

Gugatan tersebut dilayangkan di Pengadilan Federal Distrik Utara California dan gugatan yang diambil adalah class action.

Dalam isi gugatan itu, ketiga perusahaan dituduh mengendalikan hampir 95 persen pasar DRAM global dan sengaja membatasi produksi chip DRAM utama. 

Hal tersebut dilakukan saat permintaan dari produsen smartphone, elektronik, laptop sampai console gaming sedang menguat permintaannya.

Para penggugat terdiri dari berbagai perusahaan, baik yang kecil sampai besar dan menyebut manipulasi ini sudah menyebabkan fenomena "RAMpocalyspe" atau disebut sebagai kiamat RAM.

Tidak main-main, harga kenaikan DRAM global mencapai ratusan persen dan sangat membebani produsen sampai perusahaan.

Terbaru, Apple juga sudah mulai menaikkan harga produknya, seperti iPhone, iPad, Macbook dan beberapa gadget lainnya.

Selain Apple, beberapa produsen smartphone Android juga sudah mulai menaikkan harga produknya di bulan-bulan ini. 

Beberapa produsen juga sudah menunda peluncuran produk terbarunya karena langkahnya harga memori RAM. 

Langgar UU Antimonopoli

Ketiga perusahaan dinilai sudah melanggar undang-undang antimonopoli dan ini bukan yang pertama kali dihadapi oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Para perusahaan pernah mendapatkan gugatan serupa dan berakhir membayar denda sebanyak miliaran dolar setelah dilakukan investigasi. 

Sampai sekarang, ketiga perusahaan masih belum memberikan tanggapan publik terkait gugatan di pengadilan distrik AS.

Beberapa analis industri juga masih memprediksi bahwa pasokan memori masih akan tetap mengalami kelangkaa sampai tahun 2028 nanti.

Apalagi dengan naiknnya tren AI, maka chip dan memori lebih diutamakan untuk data center yang digunakan oleh perusahaan Google, OpenAI, Anthropic dan masih banyak lagi. 

Semoga Bermanfaat.***

Alami fenomena 'RAMpocalypse', harga memori dunia melonjak ratusan persen. Tiga raksasa teknologi kini hadapi gugatan class action akibat kelangkaan ini.

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories