RIWARA.id - Chief Executive Officer (CEO) Meta Mark Zuckerberg mengaku bahwa kecerdasan buatan (AI) yang dibuat oleh perusahaanya masih jauh dari kata sempurna.
Dilansir dari TechCrunch, AI buatan Meta masih belum bisa berkembang dengan cepat seperti yang diharapkan oleh para petinggi dan eksekutif perusahaan.
Agen AI buatan Meta menjadi yang disorot oleh Zuckerberg saat melakukan pertemuan internal dengan petinggi perusahaan.
Bagi yang belum tahu, agen AI merupakan sistem AI khusus yang bisa melakukan instruksi, eksekusi rencana sampai menyelesaikan tugas spesifik yang diminta oleh pengguna.
Sayangnya, tidak seperti perusahaan kompetitor Anthropic, Google atau OpenAI, AI milik Meta masih belum menunjukkan progres yang diinginkan.
Sudah Lakukan PHK Massal
Dalam pertemuan internal tersebut, Zuckerberg juga menyinggung kebijakan perusahaan Meta yang sudah melakukan PHK massal dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa bulan sebelumnya, Meta sudah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 8.000 karyawan atau total dari 10% tenaga kerja di perusahaan raksasa tersebut.
Ribuan karyawan dari divisi lain juga sudah dipindahkan oleh Meta ke berbagai divisi AI yang menjadi ambisi baru dari Zuckerberg.
Walaupun sudah melakukan PHK dan pemindahan karyawan, Zuckerberg menilai proses restrukturisasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Zuckerberg juga menyinggung para petinggi perusahaan Meta yang tidak bergerak cukup cepat untuk beradaptasi dengan perkembangan AI sekarang ini.
Menurut Zuckerberg, perubahan industri teknologi berkembang dengan cepat serta pesat, sehingga jika lambat maka akan tertinggal.
Pendiri Facebook ini juga menyebut bahwa diperlukan waktu untuk bisa melihat manfaat dari struktur organisasi yang baru ini.
Tunjukkan Dampak Positif
Walaupun masih belum menunjukkan tanda-tanda positif, Zuckerberg tetap optimis bahwa hasil investasi dan restrukturisasi yang dilakukan oleh Meta mulai menunjukkan dampak positif dalam tiga sampai enam bulan ke depan.
Apalagi tim AI yang berisikan talenta-talenta terbaik dimana salah satunya adalah mantan CEO Scale AI, Alexander Wang.
Dari laporan yang ada, kondisi tim AI di Meta menjadi salah satu divisi kerja yang lingkungannya penuh dengan tekanan.
Hal ini juga berdasarkan kesaksian dari para engineer dan developer yang bekerja di divisi artificial inteliigence milik Meta.
Walaupun beban kerja tinggi, gaji yang diberikan oleh Meta sangat tinggi sekali bahkan bisa mencapai puluhan miliar.
Belum lagi para engineer AI ini akan mendapatkan fasilitas terbaik di kantor Meta, seperti makan siang gratis, snack, jus, tempat bermain, gym dan masih banyak lagi.
Sebagai perusahaan raksasa, Meta memang menjadi tech company yang paling agresif dan ambisius berinvestasi di bidang kecerdasan buatan.
Meta memang ingin mengejar ketertinggalan mereka dari perusahaan kompetitor seperti Google, OpenAI, Anthropic, xAI sampai Microsoft.
Tidak main-main, Meta sudah menggelontorkan dana sebesar 145 miliar dolar AS atau sebesar Rp2.601 untuk membangun infrastruktur sampai talenta AI.
Semoga Bermanfaat.***
CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui kecerdasan buatan (AI) perusahaannya belum sempurna dan tertinggal dari kompetitor seperti OpenAI dan Google. Simak curhatannya di sini.