Misteri Hilangnya Warga di Hutan Nambo Girang Cilacap: Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Cikawung

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:57 WIB
SAR gabungan menyisir aliran Sungai Cikawung Cilacap untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang
SAR gabungan menyisir aliran Sungai Cikawung Cilacap untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Tim SAR Gabungan meluncurkan operasi pencarian intensif untuk melacak keberadaan seorang warga yang dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Hutan Nambo Girang, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

Operasi penyelamatan darurat ini digerakkan setelah korban, yang diketahui bernama Heri Yanto Pramono (35), tidak kunjung kembali ke rumahnya sejak Selasa sore. Keberadaannya di dalam hutan lebat tersebut hingga kini masih menjadi teka-teki yang memicu kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap pertama kali menerima laporan resmi mengenai hilangnya korban pada Selasa, 23 Juni 2026, sekitar pukul 16.55 WIB. Informasi awal tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Thamrin, yang melaporkan situasi darurat yang menimpa tetangganya tersebut.

Sebelum dinyatakan hilang, pria berumur 35 tahun yang menetap di Dusun Nambo Girang, Desa Bantarpanjang ini, diketahui berpamitan untuk menuju ke dalam kawasan Hutan Nambo Girang. Namun, hingga matahari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti wilayah pedesaan tersebut, tanda-tanda kepulangannya sama sekali tidak terlihat.

Menyadari ada hal yang tidak beres, pihak keluarga langsung berinisiatif menggalang bantuan dari masyarakat sekitar. Warga Dusun Nambo Girang pun sempat bergerak cepat menyisir area hutan yang kerap menjadi jalur lintasan harian korban dalam beraktivitas.

Kendati warga telah berupaya melakukan pencarian swadaya hingga ke sudut-sudut hutan yang biasa dilalui, jalan keluar belum juga ditemukan. Medan yang rimbun dan minimnya petunjuk arah di dalam kawasan hutan tersebut membuat upaya awal masyarakat setempat menemui jalan buntu.

Lantaran kondisi yang kian mengkhawatirkan dan waktu yang terus berjalan, pihak keluarga memutuskan untuk meneruskan laporan kehilangan ini kepada aparat desa dan pihak berwajib. Laporan resmi tersebut kemudian segera didelegasikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap guna memohon bantuan penanganan operasi SAR yang lebih komprehensif.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap segera merespons cepat aduan darurat tersebut dengan memberangkatkan satu tim rescue bersenjata peralatan lengkap. Tim penolong ini langsung dikerahkan menuju titik lokasi kejadian di kawasan Hutan Nambo Girang untuk memulai koordinasi lapangan.

Memasuki hari kedua operasi, tepatnya pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, Tim SAR Gabungan menggelar briefing guna mematangkan strategi taktis. Untuk memaksimalkan efektivitas pelacakan, komando meluncurkan pembagian kekuatan yang dipecah menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

Unit pertama atau SRU 1 ditugaskan untuk melakukan penyisiran darat secara saksama, bergerak dari titik awal hilangnya korban menuju ke arah utara Sungai Cikawung. Pergerakan personel di sektor utara ini ditargetkan menyapu radius pencarian hingga sejauh 2 kilometer dari lokasi utama.

Sementara itu, kekuatan cadangan yang tergabung dalam SRU 2 mengemban misi paralel dengan menyisir area darat ke arah selatan Sungai Cikawung. Sama halnya dengan unit pertama, SRU 2 juga menetapkan radius pelacakan sejauh 2 kilometer demi memastikan tidak ada tanda sekecil apa pun yang terlewatkan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Heri Yanto Pramono masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat Tim SAR Gabungan. Beruntung, kondisi cuaca di sekitar kawasan Hutan Nambo Girang terpantau sangat cerah, memberikan dukungan visual yang optimal bagi jalannya operasi penyelamatan. (*)

 

Tim SAR Gabungan sisir Hutan Nambo Girang Cilacap dan Sungai Cikawung untuk temukan Heri Yanto Pramono (35) yang hilang misterius.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories