Berlatih Mendayung Saat Arus Deras, Dua Atlet Remaja PODSI Pemalang Hilang di Sungai Laes

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:13 WIB
Rescuer Basarnas meronda di Sungai Laes Pemalang di mana dua atlet remaja PODSI Pemalang dilaporkan hilang
Rescuer Basarnas meronda di Sungai Laes Pemalang di mana dua atlet remaja PODSI Pemalang dilaporkan hilang (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Dua remaja yang merupakan anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pemalang hilang misterius dan diduga tenggelam di aliran Sungai Laes, Kecamatan Taman, Pemalang.

Kedua korban dilaporkan hilang setelah melakukan latihan mandiri pada Sabtu (23/5/2026) sore sekira pukul 16.00 WIB, di tengah kondisi debit air sungai yang sedang meninggi.

Identitas kedua korban diketahui bernama Alfi (16) dan Alif (16), remaja asal Dusun Kesapen, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang. Kejadian bermula saat keduanya tidak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam, yang seketika memicu kecemasan mendalam bagi pihak keluarga.

Upaya pencarian mandiri yang dilakukan pihak keluarga pada Minggu (24/5/2026) pagi mulai menemui titik terang, namun sekaligus membawa kabar buruk. Keluarga korban hanya menemukan sepeda motor milik kedua remaja tersebut terparkir di dekat area wisata Benowo Park. 

Tak jauh dari lokasi tersebut, sebuah dayung juga ditemukan mengapung di kawasan Bendungan Sungapan.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menyebut pihaknya langsung menerjunkan tim penyelamat setelah menerima laporan hilangnya kedua atlet muda tersebut. Sungai Laes memiliki karakteristik yang cukup berbahaya dengan lebar mencapai sekitar 50 meter.

Menurut keterangan resmi dari Basarnas, kedua remaja tersebut nekat berlatih di tengah situasi alam yang kurang bersahabat. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu mengakibatkan volume air Sungai Laes meningkat drastis disertai arus yang sangat kuat.

"Diduga perahu kayak yang dipakai buat berlatih terbalik dan mereka tercebur sungai dan terseret arus hingga tenggelam dan hilang," ungkap Budiono saat memberikan keterangan pada Minggu malam.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur relawan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan barang-barang korban. Namun, proses pencarian pada hari pertama tidak dapat berjalan efektif akibat kendala visibilitas dan kurangnya pencahayaan di sekitar lokasi kejadian.

Mengingat situasi yang semakin gelap dan membahayakan keselamatan tim penolong, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara pada Minggu malam. Otoritas berwenang memastikan operasi penyelamatan akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar esok hari.

Untuk rencana operasi hari kedua, tim SAR gabungan telah menyusun strategi penyisiran intensif yang dibagi menjadi beberapa titik. Fokus utama pencarian akan dimulai dari lokasi awal kedua korban terlihat berlatih hingga mencapai area Bendungan Sungapan.

Selain penyisiran di permukaan air, tim penyelamat juga bersiap menerjunkan penyelam profesional untuk memeriksa rongga-rongga di bawah Bendungan Sungapan. Penyisiran darat dan air juga akan diperluas dari area bendungan menuju arah utara guna mengantisipasi korban yang terbawa arus lebih jauh. (*)

 

Dua atlet dayung PODSI Pemalang, Alfi dan Alif, hilang terseret arus Sungai Laes saat latihan mandiri. Tim SAR gabungan gelar penyelaman.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories