RIWARA.id – Wali Kota Surakarta Respati Ardi berkomitmen membawa kain Batik Ciprat karya warga penyintas gangguan mental dari Danukusuman untuk tampil di panggung nasional melalui ajang bergengsi SUARAGA. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pemberdayaan ekonomi berbasis rehabilitasi psikososial yang dinilai sukses memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Respati saat menggelar kegiatan bersepeda Jumat dan mengunjungi langsung sentra produksi Batik Ciprat di wilayah RT 03 RW 08, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Jumat (5/6/2026). Sentra ini tergolong unik lantaran seluruh proses produksinya memberdayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah berada dalam fase pemulihan.
Di lokasi tersebut, orang nomor satu di Kota Solo ini menyempatkan diri duduk bersama warga dan ikut mencoba membuat pola batik. Respati tampak membaur dengan para perajin istimewa yang sedang menjalani proses penyembuhan kesehatan mental mereka lewat goresan malam.
Menurut pengamatan Respati, aktivitas seni semacam ini terbukti sangat efektif membantu warga dalam menjalani proses rehabilitasi gangguan kejiwaan. Dari hasil pendampingan yang intensif, saat ini sudah ada perajin penyintas yang mampu berproduksi secara aktif, mandiri, dan stabil.
"Jadi saya diceritakan sedikit, tadi ada yang sudah kondusif dan diterima oleh masyarakat. Ini dikaryakan namanya adalah Batik Ciprat, jadi tidak hanya seni batik tulis dan lainnya, tetapi ada juga Batik Ciprat. Ini sangat bagus sekali dan langsung berdampak untuk masyarakat sekitar," ujar Respati.
Selain memuji karya yang dihasilkan, ia juga melayangkan apresiasi tinggi kepada para relawan lokal. Baginya, ketekunan para pendamping yang tak kenal lelah membimbing warga dengan masalah kesehatan mental adalah motor penggerak utama di balik keberhasilan program inklusif ini.
Dukungan konkret pemerintah daerah pun langsung disiapkan demi memperluas pasar kerajinan khas tersebut. Pemerintah Kota Surakarta menjadwalkan pameran khusus bagi kain Batik Ciprat Danukusuman dalam pergelaran skala nasional, yakni event SUARAGA.
Agenda nasional tersebut rencananya bakal dihelat di kawasan wisata Taman Balekambang pada tanggal 4 hingga 6 Juli 2026 mendatang. Seluruh pengunjung dari berbagai daerah dipastikan dapat melihat dan membeli langsung produk kreatif bernilai sosial tinggi ini.
"Semangatnya dari relawan ini yang luar biasa. Inisiatifnya membantu bapak-bapak, membantu saudara kita bisa berkarya. Yang dulu berjuang untuk pulih, sekarang sangat bermakna menghasilkan suatu karya yang luar biasa," tutur Respati menambahkan.
Ia memastikan bahwa stan pameran dalam kegiatan kota SUARAGA nanti tidak hanya sekadar memajang kain. Pihaknya akan menyusun narasi khusus di balik pembuatan batik, bahkan berencana menghadirkan langsung para perajin dari Danukusuman ke lokasi acara.
Ke depan, Pemkot Surakarta membidik sentra Batik Ciprat Danukusuman ini untuk terus dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata ekonomi kreatif alternatif di Solo. Respati optimistis kawasan ini punya daya tarik yang kuat bagi para pelancong luar daerah.
Berdasarkan pengalamannya mencoba membatik, Respati merasakan langsung efek terapi dari metode mencipratkan malam di atas kain tersebut. Teknik pembuatan yang tidak menuntut pola rumit justru dinilai efektif memberikan efek relaksasi yang menenangkan pikiran.
"Saya ada ide, bagi wisatawan yang membutuhkan kegiatan, saya arahkan ke sini untuk membuat kegiatan Batik Ciprat. Saya setuju karena kebetulan tadi pagi agak stres dan ternyata Batik Ciprat memang bisa untuk relaksasi. Ini mengasyikkan karena tidak mikir pola, gampang tetapi jadinya bagus," ungkapnya.
Di akhir kunjungannya, Respati mengajak para wisatawan yang datang ke Solo untuk menyempatkan diri berkunjung ke Serengan dan mengikuti kelas membatik inklusif ini. Menurutnya, pengalaman melepas penat di Danukusuman akan menjadi agenda kunjungan yang sangat berkesan dan wajib dicoba.
Wali Kota Solo Respati Ardi borong dukungan untuk Batik Ciprat karya warga inklusif Danukusuman agar melenggang ke panggung nasional.