RIWARA.id – Pemerintah Kota Surakarta sukses menyabet penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri. Prestasi gemilang ini diraih berkat efektivitas Program Rumah Siap Kerja yang terbukti ampuh memangkas angka pengangguran di Kota Bengawan secara terencana dan berkelanjutan.
Atas capaian tersebut, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menerima langsung plakat penghargaan beserta uang apresiasi senilai Rp2 miliar dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, dalam acara seremonial di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026) malam. Agenda ini turut disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian.
Kota Solo dinilai unggul dalam kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, serta inovasi daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui program prioritas ini, Surakarta mampu mengungguli sejumlah kota besar lain di Regional Jawa-Bali, termasuk Kota Denpasar.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa seluruh dana apresiasi sebesar Rp2 miliar tersebut akan langsung didistribusikan untuk memperluas jangkauan layanan Rumah Siap Kerja. Langkah ini difokuskan guna membantu warga kurang mampu yang berada pada desil 1 dan desil 2 dalam basis data kemiskinan daerah.
Program Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) ini dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surakarta dan berfungsi sebagai holding management atau pusat ekosistem ketenagakerjaan terpadu. Ekosistem ini menghubungkan pencari kerja, lembaga pelatihan, hingga penyedia kerja di dalam maupun luar negeri demi menghadapi tantangan bonus demografi.
Bagi warga Solo yang saat ini masih berstatus pengangguran, pihak Disnaker menyediakan fasilitas gratis berupa Kelas Siap Kerja yang mencakup lima pilar dasar. Layanan ini meliputi kelas pembuatan Curriculum Vitae (CV), kelas simulasi wawancara, kelas motivasi, kelas hubungan industrial, serta kelas membaca kontrak kerja untuk mengantisipasi modus penahanan ijazah oleh perusahaan nakal.
Selain kelas dasar, peserta juga dapat mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk menguasai keterampilan khusus bersertifikasi. Pilihan program keahlian yang tersedia cukup beragam, mulai dari sektor perhotelan, operator komputer, caregiver, hingga pelatihan pramugari atau pramugara kereta api (Trans Avia).
Rumah Siap Kerja juga membuka akses lebar untuk penempatan kerja dan program pemagangan, baik di sektor formal maupun informal. Tidak hanya di dalam negeri, jejaring program ini telah menjangkau bursa kerja luar negeri seperti ke negara Jepang, Turki, hingga Tiongkok.
Masyarakat yang berminat wajib memenuhi kriteria kepesertaan, antara lain pria atau wanita berusia 18 hingga 35 tahun, berstatus sebagai warga asli Kota Surakarta yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga (KK), serta menamatkan pendidikan minimal SLTA atau sederajat. Calon peserta juga disyaratkan sedang tidak bekerja atau menempuh pendidikan resmi, sehat jasmani, serta berkomitmen penuh menyelesaikan pelatihan.
Program ketenagakerjaan ini juga disinergikan secara ketat dengan program penanggulangan kemiskinan daerah. Pemkot Solo secara proaktif menyasar keluarga penerima bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan PBI-JK agar anggota keluarga usia produktif mereka dapat segera mandiri secara ekonomi dan terlepas dari jerat kemiskinan.
Kendati menuai prestasi tingkat regional, program ini tetap melewati evaluasi kritis dari DPRD Kota Surakarta terkait ketergantungan penempatan kerja yang masih melalui pihak ketiga atau Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Parlemen mendorong adanya pola kerja sama langsung (direct hiring) dengan dunia usaha dan industri (DUDI) guna memangkas jarak antara kelulusan dengan penyerapan kerja nyata. Selain itu, Disnaker terus mematangkan kedisiplinan dan sikap mental kerja para peserta.
Wali Kota Respati Ardi memastikan program ini akan terus dikembangkan setiap tahun karena sudah masuk dalam target perancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia mengajak seluruh pemuda Solo yang belum bekerja untuk segera datang mendaftarkan diri ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta tanpa dipungut biaya sepeser pun. (*)
Pemkot Solo raih penghargaan Kemendagri dan dana Rp2 miliar berkat Rumah Siap Kerja. Layanan gratis, simak syarat dan cara daftarnya!