Perahu Kayak Terbalik Saat Latihan, Dua Atlet Dayung Remaja yang Tenggelam di Sungai Laes Pemalang Ditemukan Tewas

Senin, 25 Mei 2026 | 17:39 WIB
SAR gabungan mengevakuasi jasad salah satu atlet dayung yang terseret arus Sungai Laes Pemalang
SAR gabungan mengevakuasi jasad salah satu atlet dayung yang terseret arus Sungai Laes Pemalang (Foto: Humas Basarnas)

 

RIWARA.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua remaja yang tenggelam di Sungai Laes, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, dalam kondisi meninggal dunia. Kedua korban yang sempat hilang selama dua hari tersebut dievakuasi oleh petugas pada Senin (25/5/2026) dalam waktu yang berbeda.

Korban diketahui bernama Alfi (16) dan Alif (16), warga Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang. Keduanya merupakan remaja yang dilaporkan hilang terseret arus sejak Sabtu sore akhir pekan lalu.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan bahwa operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan telah membuahkan hasil. Kedua jasad korban ditemukan di aliran sungai dengan jarak yang cukup berjauhan dari titik awal mereka dilaporkan hilang.

Jasad Alif menjadi korban pertama yang berhasil dievakuasi oleh petugas pada pagi hari sekira pukul 06.30 WIB. Petugas menemukan tubuh Alif mengapung pada jarak sekitar 400 meter dari lokasi musibah diperkirakan terjadi.

Sementara itu, tim SAR harus melakukan penyisiran lebih jauh untuk menemukan keberadaan Alfi. Setelah beberapa jam melakukan pencarian intensif, jasad Alfi akhirnya ditemukan pada pukul 11.30 WIB, terseret sejauh 2,5 kilometer dari titik awal hilangnya korban.

Budiono menjelaskan, setelah dievakuasi dari sungai, kedua jasad remaja tersebut langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas membawa jasad korban ke RSUD Dr. Ashari Pemalang menggunakan ambulans.

Pihak berwenang membawa kedua jenazah ke rumah sakit untuk menjalani proses otopsi medis. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian kedua korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua remaja nahas tersebut merupakan anggota aktif dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pemalang. Peristiwa tragis ini bermula saat mereka tengah menjalani sesi latihan mandiri.

Kedua atlet muda ini melakukan latihan dayung di aliran Sungai Laes pada Sabtu (23/5/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, sesi latihan tersebut berubah menjadi petaka ketika perahu yang mereka tumpangi mendadak hilang kendali.

Petugas menduga kuat perahu jenis kayak yang digunakan oleh Alfi dan Alif terbalik akibat tidak mampu menahan terjangan arus. Saat kejadian, kondisi arus Sungai Laes sedang sangat deras dipicu oleh meningkatnya debit air dari wilayah hulu akibat guyuran hujan.

Pasca-menerima laporan hilangnya kedua korban, personel Basarnas dari Unit Siaga SAR Pemalang dan Kantor SAR Semarang langsung bergerak cepat. Petugas mendirikan posko darurat dan mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan operasi penyisiran air.

Budiono juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh unsur tim SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan hingga kedua korban berhasil ditemukan. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Pemalang.

 

Dua atlet dayung remaja yang tenggelam di Sungai Laes Pemalang ditemukan tewas setelah perahu kayak yang mereka gunakan terbalik.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories