Persaingan AI Memanas! OpenAI Rilis Daybreak untuk Jegal Project Glasswing Milik Anthropic

Senin, 18 Mei 2026 | 19:13 WIB
OpenAI luncurkan Daybreak untuk fokus pada bidang Cyber Security
OpenAI luncurkan Daybreak untuk fokus pada bidang Cyber Security (Foto: Mashabel)

 

RiWARA.id - Perusahaan artificial intelligence raksasa, OpenAI resmi meluncurkan sistem keamanan siber yang diberi nama Daybreak. 

Dilansir dari Engadget, Daybreak ini dirancang untuk membantu perusahaan melakukan deteksi, analisis dan memperbaiki kerentanan sistem atau software dengan bantuan kecerdasan buatan.

OpenAI mengembangkan Daybreak dengan tujuan keamanan siber harus dibangun dalam perangkat lunak sejak awal dibuat dan tidak hanya sekedar fokus menemukan serta memperbaiki bug atau kerentanan.

Daybreak bisa memangkas waktu analisis berjam-jam untuk mencari celah keamanan dan bisa diselesaikan hanya dalam beberapa menit saja.

Itu artinya, perusahaan bisa menghemat waktu serta biaya dalam mencari kerentanan terhadap sistem atau produk software yang dipunyai. 

Setelah melakukan analisa, Daybreak akan mengirimkan hasil tersebut dalam bentuk repositori kepada klien yang nantinya akan digunakan sebagai keputusan audit bagi perusahaan.

OpenAI menjelaskan bahwa Daybreak menggunakan model AI buatan milik perusahaan, seperti agen khusus Codex Security yang biasa digunakan untuk memindai hasil kode, validasi temuan yang berisiko tinggi sampai memperbaiki kerentanan.

Untuk model AI yang digunakan, Daybreak menggunakan GPT-5.5 dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber yang bisa digunakan untuk keperluan cyber security.

Sistem ini biasa digunakan untuk defensif sistem, seperti meninjau kode apakah sudah aman, menganalisa malware, validasi temuan dan mendeteksi ancaman serangan dari hacker.

Untuk GPT-5.5 Cyber, bisa digunakan untuk simulasi serangan siber, penetration testing sampai validasi sistem keamanan siber. 

Dalam mengembangkan Daybreak, OpenAI bekerja sama langsung dengan berbagai perusahaan teknologi dan cyber security yang sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun.

Perusahaan tersebut antara lain adalah Cisco, Cloudflare, Oracle, Akamal, Crowdstrike sampai Palo Alto Networks yang ikut mengembangkan Daybreak.

Banyak analis menyimpulkan bahwa peluncuran Daybreak oleh OpenAI akan menjadi pesaing Project Glasswing yang dikembangkan oleh perusahaan kompetitor Anthropic.

Project Glasswing dibuat oleh model AI buatan Anthropic Mythos Preview yang membuat heboh banyak orang ketika diluncurkan ke publik.

OpenAI memang fokus untuk melawan Anthropic yang kini menjadi pesaing utama dalam pengembangan model AI populer secara pemakaian global.

Semoga Bermanfaat.***

Langkah baru OpenAI meluncurkan Daybreak diprediksi akan menjadi pesaing berat Project Glasswing milik Anthropic. Gandeng Cisco hingga Crowdstrike, sekuat apa sistem baru ini?

Editor
Calvin Natanael -

Tech Journalist

 Stories