RIWARA.id – Kementerian Pertahanan Inggris memperingatkan bahwa tingkat kesiapan operasional armada jet tempur siluman F-35 Lightning II bakal menurun drastis dalam jangka pendek. Penurunan performa tempur ini terjadi akibat penumpukan pekerjaan perawatan menyusul temuan masalah korosi atau karatan serius pada badan pesawat.
Persoalan krusial ini terungkap melalui surat resmi Sekretaris Permanen Kementerian Pertahanan Inggris, Jeremy Pocklington, kepada Komite Akun Publik (PAC). Dalam dokumen tertanggal 30 April 2026 tersebut, Pocklington memaparkan bahwa korosi yang diperparah oleh paparan lingkungan maritim yang ekstrem kini menjadi ancaman nyata bagi kesiapan pertahanan udara mereka.
Menurut laporan UK Defence Journal yang dikutip pada Kamis (14/5/2026), korosi kronis ini berdampak langsung pada ketersediaan pesawat di garis depan. Pocklington menegaskan bahwa gangguan teknis ini memerlukan penanganan medis dan perawatan yang berkelanjutan sepanjang masa program berjalan.
Kementerian Pertahanan Inggris mengakui bahwa fenomena karatan ini tidak hanya menimpa armada mereka, melainkan dialami oleh seluruh negara pengguna F-35 di dunia. Kendati demikian, Inggris harus mengambil konsekuensi pahit berupa penurunan kesiapan operasional demi menyelesaikan penumpukan antrean perawatan di hanggar.
Anjloknya tingkat kesiapan tempur ini memicu perhatian serius di internal militer Inggris. Pasalnya, laporan PAC pada Oktober 2025 sebelumnya telah mendeteksi bahwa tingkat kesiapan operasional F-35 milik London berada jauh di bawah target domestik maupun target global yang ditetapkan oleh pabrikan.
Kondisi armada jet generasi kelima ini dilaporkan memburuk pasca-keterlibatan mereka dalam Operasi HIGHMAST, yakni pengerahan kelompok tempur kapal induk Inggris ke kawasan Timur Tengah. Penugasan maritim dalam jangka waktu panjang terbukti mempercepat degradasi logam dan memperlama waktu pemulihan (recovery) pesawat pasca-operasi.
Secara teknis, udara asin dan kelembapan tinggi di lingkungan laut merupakan musuh utama bagi penerbangan berbasis kapal induk. Namun bagi F-35, dampaknya jauh lebih fatal karena korosi berpotensi merusak lapisan khusus penyerap radar atau Radar Absorbent Material (RAM) yang menjadi kunci kemampuan silumannya.
Jika lapisan RAM terkelupas atau cacat akibat karat, pantulan gelombang radar akan meningkat drastis. Akibatnya, jet tempur mahal buatan Lockheed Martin ini akan kehilangan kemampuan stealth dan menjadi sangat mudah terdeteksi oleh sistem pertahanan udara musuh.
Selain merusak lapisan RAM, korosi juga mengganggu presisi lekukan permukaan badan pesawat. Padahal, setiap sudut eksterior F-35 dirancang secara matematis untuk membuang gelombang radar lawan agar tidak kembali ke instrumen pelacak musuh.
Kompleksitas pemulihan jet siluman ini jauh lebih rumit dan mahal ketimbang jet tempur konvensional. Teknisi tidak hanya dituntut membersihkan karat, tetapi juga harus menyemprotkan dan menguji kembali karakteristik makro dari material stealth agar pesawat kembali memenuhi standar tempur yang aman.
Krisis kesiapan ini selaras dengan laporan Reuters pada Desember 2025 yang menyebut tingkat kesiapan armada F-35 Amerika Serikat sendiri hanya menyentuh angka 50 persen sepanjang tahun 2024. Hambatan logistik suku cadang dan keterbatasan kapasitas perawatan menjadi pemicu utama di balik kedodorannya performa armada tersebut.
Pihak Lockheed Martin melalui Direktur Pengembangan Bisnis F-35, Edward Smith, sempat menyatakan bahwa sistem pendanaan rantai pasok suku cadang harus disokong penuh demi menjaga kesiapan armada. Di sisi lain, para pakar militer menilai teknologi proteksi radar pada F-35 memang menuntut perawatan yang terlampau sensitif terhadap goresan, suhu, dan kelembapan.
Menyikapi situasi yang kian kritis, militer Inggris kini menggandeng mitra industri dari Amerika Serikat untuk melakukan inspeksi mendalam. Langkah mitigasi yang diambil mencakup peningkatan kesadaran kru pangkalan terhadap gejala korosi dini, serta mendorong Kantor Program Gabungan F-35 untuk melahirkan solusi material baru yang lebih lincah dan tahan terhadap cuaca laut. (*)
Kemenhan Inggris peringatkan kesiapan tempur jet siluman F-35 anjlok akibat karatan parah usai penugasan maritim berkepanjangan di Timur Tengah.