Sidang Isbat Iduladha 2026 Digelar Hari Ini, Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik se-Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:35 WIB
Ilustrasi sidang isbat awal Zulhijah 1447 H yang digelar Kementerian Agama RI untuk menentukan Hari Raya Iduladha 2026 disertai pemantauan hilal di 88 titik di seluruh Indonesia
Ilustrasi sidang isbat awal Zulhijah 1447 H yang digelar Kementerian Agama RI untuk menentukan Hari Raya Iduladha 2026 disertai pemantauan hilal di 88 titik di seluruh Indonesia (Foto: Ilustrasi/Riwara.id)

 

RIWARA.id - Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu, 17 Mei 2026, di Auditorium HM Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta.

Sidang tersebut menjadi penentu resmi kapan Hari Raya Iduladha 1447 H atau Iduladha 2026 akan dirayakan di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan sidang isbat digelar untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal agar penetapan awal Zulhijah dapat diterima seluruh umat Islam di Indonesia.

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad Hidayat dalam keterangan resmi.

Sidang Isbat Digelar dalam Tiga Tahapan

Kementerian Agama membagi pelaksanaan sidang isbat ke dalam tiga sesi utama.

Rangkaian dimulai dengan seminar posisi hilal awal Zulhijah 1447 H pada pukul 16.30 WIB yang terbuka untuk umum.

Selanjutnya, sidang isbat tertutup digelar setelah salat Magrib sekitar pukul 18.00 WIB.

Hasil keputusan sidang kemudian akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers sekitar pukul 19.00 WIB.

Posisi Hilal Diperkirakan Sudah di Atas Ufuk

Berdasarkan perhitungan hisab, seluruh sistem perhitungan astronomi sepakat bahwa ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB.

Saat proses rukyatul hilal berlangsung nanti, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan telah berada di atas ufuk.

Ketinggian hilal diperkirakan berkisar antara:

3º 37' 51"
hingga
6º 54' 23"

Sementara sudut elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada pada kisaran:

8º 58' 23"
hingga
10º 36' 52"

Data tersebut dinilai memenuhi parameter imkanur rukyat yang selama ini digunakan pemerintah dan sebagian besar organisasi Islam di Indonesia.

Hilal Dipantau di 88 Titik dari Aceh hingga Papua

Untuk memastikan akurasi pengamatan, Kemenag bersama Kanwil Kemenag, Pengadilan Agama, BMKG, ormas Islam, dan berbagai instansi terkait melakukan rukyatul hilal di 88 titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Lokasi pemantauan tersebar mulai dari Aceh hingga Papua Barat.

Beberapa lokasi strategis yang digunakan antara lain:

Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani
Pantai Anyer
Masjid Raya Hasyim Asy’ari
Pantai Pancur Alas Purwo
KIPP Otorita IKN
Pantai Lampu Satu

Lokasi rukyat mencakup observatorium, rooftop gedung, pantai, menara pemantauan, hingga masjid strategis.

“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.

Penentu Jadwal Iduladha 2026

Hasil sidang isbat nantinya akan menentukan:

awal bulan Zulhijah 1447 H,
jadwal puasa Arafah,
serta Hari Raya Iduladha 2026 di Indonesia.

Jika hilal dinyatakan memenuhi kriteria dan berhasil teramati, maka 1 Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Dengan demikian, Hari Raya Iduladha berpotensi dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026.

Namun kepastian resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama pada malam ini.*

 

Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H hari ini, Minggu 17 Mei 2026. Pemantauan hilal dilakukan di 88 titik dari Aceh hingga Papua Barat untuk menentukan Hari Raya Iduladha 2026.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories