RIWARA.id - Pemerintah United Kingdom resmi mengumumkan pengerahan sistem anti-drone baru pada jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau RAF yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ancaman serangan drone terhadap pangkalan militer dan kepentingan Inggris di kawasan.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah Inggris menyebut sistem baru itu dirancang untuk memberikan perlindungan lebih besar bagi warga negara Inggris dan mitra regional dari ancaman drone bersenjata.
“Warga negara Inggris dan mitra regional akan lebih terlindungi dari serangan drone karena Angkatan Udara Kerajaan mengerahkan senjata anti-drone berbiaya rendah baru dalam operasi di Timur Tengah,” demikian pernyataan pemerintah Inggris.
Gunakan Sistem APKWS Berbiaya Rendah
Sistem yang dipasang pada jet tempur Eurofighter Typhoon tersebut adalah Advanced Precision Kill Weapon System atau APKWS.
Teknologi ini memungkinkan RAF menghancurkan target udara secara presisi dengan biaya operasional jauh lebih murah dibanding penggunaan rudal konvensional yang selama ini dipakai untuk menghadapi drone.
Pemerintah Inggris menilai penggunaan APKWS akan meningkatkan efisiensi pertahanan udara, khususnya dalam menghadapi ancaman drone murah yang semakin banyak digunakan dalam konflik modern di Timur Tengah.
Menariknya, pemerintah menyebut proses implementasi berlangsung sangat cepat. Kurang dari dua bulan berlalu sejak pengujian sistem dilakukan hingga akhirnya diterapkan dalam operasi aktif RAF.
Inggris Khawatir Konflik Timur Tengah Meluas
Langkah pengerahan sistem anti-drone ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pada April lalu, media Inggris iPaper melaporkan bahwa pejabat Inggris mengkhawatirkan kemungkinan serangan Iran terhadap pangkalan gabungan Inggris-Amerika serta fasilitas diplomatik Inggris di kawasan.
Serangan tersebut dikhawatirkan menyasar lokasi yang digunakan untuk koordinasi militer bersama Amerika Serikat.
Sebelumnya, pada Maret 2026, pangkalan militer Inggris Akrotiri di Cyprus dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.
Kementerian Pertahanan Inggris menduga drone tersebut kemungkinan berasal dari Lebanon atau Irak.
Insiden itu semakin memperkuat kekhawatiran London terhadap meningkatnya penggunaan drone murah dalam konflik kawasan yang kini menjadi ancaman utama bagi fasilitas militer Barat.
Drone Jadi Ancaman Baru Konflik Modern
Dalam beberapa tahun terakhir, drone bersenjata berkembang menjadi salah satu alat perang paling efektif dan murah di berbagai konflik global.
Kelompok milisi maupun negara kini memanfaatkan drone untuk menyerang pangkalan militer, infrastruktur strategis, hingga kapal perang dengan biaya relatif rendah.
Kondisi tersebut memaksa banyak negara Barat mengembangkan sistem pertahanan udara yang lebih murah dan fleksibel dibanding penggunaan rudal mahal untuk menghancurkan target drone kecil.
Pengerahan APKWS pada jet tempur Typhoon dinilai menjadi bagian dari strategi baru Inggris dalam menghadapi ancaman asimetris di kawasan Timur Tengah.*
Pemerintah Inggris memasang sistem anti-drone baru pada jet tempur Typhoon RAF di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman serangan drone dan eskalasi konflik kawasan.