WHO Keluarkan Peringatan Internasional Wabah Hantavirus Andes di Kapal Pesiar MV Hondius

Senin, 11 Mei 2026 | 19:19 WIB
Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius dan peringatan internasional WHO terkait wabah Hantavirus strain Andes WHO meminta 12 negara meningkatkan pelacakan dan pemantauan kesehatan terhadap penumpang kapal
Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius dan peringatan internasional WHO terkait wabah Hantavirus strain Andes WHO meminta 12 negara meningkatkan pelacakan dan pemantauan kesehatan terhadap penumpang kapal (Foto: Ilustrasi: AI Generated / Tim Redaksi Riwara.id)

 

SURABAYA, RIWARA.id – World Health Organization resmi mengeluarkan peringatan internasional terkait wabah Hantavirus strain Andes yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.

Sebanyak 12 negara diminta segera melakukan pelacakan terhadap penumpang yang sempat berada di atas kapal selama perjalanan berlangsung.

Langkah cepat WHO dilakukan setelah muncul sejumlah kasus terkonfirmasi dan korban jiwa yang diduga berkaitan dengan penyebaran virus tersebut. Meski risiko terhadap masyarakat umum dinilai masih rendah, kewaspadaan global tetap ditingkatkan karena masa inkubasi virus Andes dapat berlangsung cukup panjang.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kemungkinan kasus tambahan masih dapat muncul dalam beberapa minggu ke depan.

“Mengingat masa inkubasi virus Andes yang bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan lebih banyak kasus akan dilaporkan,” ujar Tedros.

WHO Konfirmasi Kasus dan Korban Jiwa

WHO mengungkapkan hingga saat ini telah ditemukan:

5 kasus terkonfirmasi
3 kasus suspek
3 korban meninggal dunia

Korban meninggal berasal dari beberapa negara berbeda yang berada di atas kapal selama pelayaran berlangsung.

Virus Andes menjadi perhatian karena memiliki karakteristik berbeda dibanding sebagian besar Hantavirus lain. Strain ini diketahui dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu, terutama melalui kontak sangat dekat dan paparan cairan tubuh.

Kapal Pesiar Jadi Fokus Kewaspadaan Global

WHO menilai kapal pesiar menjadi lingkungan yang berisiko mempercepat penyebaran penyakit karena interaksi antarpenumpang terjadi dalam ruang tertutup dan durasi panjang.

Selain itu, penumpang MV Hondius berasal dari berbagai negara sehingga meningkatkan potensi penyebaran lintas negara.

Direktur Darurat WHO, Abdi Rahman Mahamud, mengatakan wabah diperkirakan masih dapat dikendalikan apabila kerja sama internasional berjalan efektif.

  • Menurutnya, fokus utama saat ini meliputi:
  • Pelacakan kontak secara cepat
  • Isolasi pasien
  • Pemantauan kesehatan ketat
  • Koordinasi lintas negara


Daftar 12 Negara yang Mendapat Peringatan WHO

WHO telah menghubungi otoritas kesehatan di 12 negara yang memiliki penumpang terkait perjalanan MV Hondius.

Berikut daftar negara yang diminta meningkatkan pemantauan:

  1. Belanda
  2. Jerman
  3. Inggris
  4. Amerika Serikat
  5. Swiss
  6. Afrika Selatan
  7. Turki
  8. Argentina
  9. Chile
  10. Uruguay
  11. Australia
  12. Belgia

Negara-negara tersebut kini aktif melakukan identifikasi terhadap penumpang dan kontak erat mereka.

MV Hondius Dijadwalkan Tiba di Tenerife

Kapal MV Hondius dijadwalkan tiba di lepas pantai Tenerife pada Minggu 10 Mei 2026.

Pemerintah Spanyol telah menyiapkan prosedur khusus terhadap seluruh penumpang, mulai dari evaluasi medis, isolasi, pemeriksaan gejala lanjutan, hingga pembatasan interaksi dengan masyarakat lokal.

Selain itu, otoritas Spanyol juga menyiapkan proses repatriasi bertahap untuk penumpang asing menggunakan penerbangan khusus.

Penumpang dengan gejala ringan tetap diwajibkan menjalani pemeriksaan tambahan sebelum dipulangkan karena masa inkubasi virus Andes dapat berlangsung hingga enam minggu.

Kronologi Awal Wabah di Kapal

Kasus pertama diketahui melibatkan pasangan suami istri asal Belanda.

Berikut kronologi awal wabah:

Sang suami meninggal di atas kapal pada 11 April 2026
Sang istri meninggal kemudian di Afrika Selatan
Korban ketiga merupakan penumpang asal Jerman
Penumpang asal Jerman meninggal pada 2 Mei 2026

Jenazah korban asal Jerman disebut masih berada di atas kapal hingga proses investigasi selesai dilakukan.

Asal Virus Masih Diselidiki

Hingga kini otoritas kesehatan di Argentina belum dapat memastikan sumber utama penyebaran virus di kapal tersebut.

MV Hondius diketahui memulai perjalanan dari Ushuaia pada 1 April 2026 dan sempat mengunjungi sejumlah wilayah di Amerika Selatan, termasuk Chile dan Uruguay.

Investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah penularan terjadi sebelum penumpang naik kapal atau saat pelayaran berlangsung.

Gejala Hantavirus Andes yang Perlu Diwaspadai

WHO mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah gejala yang umum muncul pada kasus Hantavirus Andes, antara lain:

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Gangguan pernapasan
  • Kelelahan ekstrem
  • Batuk
  • Mual

Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami gangguan paru-paru serius hingga kematian.

Meski demikian, WHO menegaskan risiko terhadap masyarakat umum masih tergolong rendah karena virus tidak mudah menyebar tanpa kontak dekat berkepanjangan.

Kasus MV Hondius kini menjadi perhatian dunia sekaligus pengingat bahwa mobilitas global dapat mempercepat kewaspadaan internasional terhadap penyakit menular lintas negara.*

 

WHO resmi mengeluarkan peringatan internasional terkait wabah Hantavirus Andes di kapal pesiar MV Hondius setelah muncul kasus kematian dan penyebaran lintas negara. Sebanyak 12 negara diminta melakukan pelacakan penumpang karena masa inkubasi virus dapat mencapai enam minggu.

Sources
Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories