Kemenag Siapkan Program BIB 2026, Santri Bisa Kuliah S1 dan S2 hanya 4 Tahun, Ini Persyaratannya

Rabu, 06 Mei 2026 | 21:29 WIB
Kemenag Siapkan Program BIB 2026 untuk Para Santri
Kemenag Siapkan Program BIB 2026 untuk Para Santri (Foto: Instagram.com/@kemenag_ri)

RIWARA.id - Kementerian Agama (Kemenag) membuka jalur strategis bagi santri melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dengan skema akselerasi.

Skema ini memungkinkan para peserta program beasiswa, untuk menempuh pendidikan sarjana hingga magister dalam waktu yang lebih singkat. 

Beasiswa untuk Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) ini menjadi skema akselerasi pertama yang dibuka dalam BIB 2026.

Melalui program tersebut, santri memiliki kesempatan meraih sarjana hingga gelar magister, hanya dalam waktu empat tahun atau 48 bulan masa studi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang unggul dari lingkungan pesantren.

“Program beasiswa ini membuka kesempatan baru bagi santri untuk menempuh jalur pendidikan tinggi yang lebih terakselerasi. Dalam empat tahun, peserta dapat menyelesaikan jenjang sarjana lalu dilanjutkan jenjang magister,” ujarnya dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Rabu 6 Mei 2026.

Menurutnya, program akselerasi ini menjadi bentuk afirmasi dan penguatan akses pendidikan tinggi bagi lulusan pesantren, agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Di tahun pertama pelaksanaannya, peserta yang lolos seleksi beasiswa ini akan menempuh studi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, pada program studi Bahasa dan Sastra Arab. Perkuliahan dimulai pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.

 

Khusus untuk Santri

Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, menjelaskan jika pendaftaran program tersebut dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan dikhususkan bagi para santri.

“Program beasiswa ini diprioritaskan untuk lulusan pesantren yang berada dalam binaan Kementerian Agama. Mereka wajib memenuhi persyaratan administratif maupun akademik,” tuturnya.

Ia menambahkan, kategori santri dalam program ini terdiri dari lulusan pondok pesantren terdaftar yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

Selain itu, juga lulusan Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, PKPPS, serta MA, SMA, atau SMK berbasis pesantren.

Untuk persyaratan pesertanya, yaitu Warga Negara Indonesia, usia maksimal 20 tahun per 31 Desember 2026, lulusan tiga tahun terakhir (2024–2026), serta tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan sarjana.

Peserta juga wajib terdaftar dalam sistem Education Management Information System (EMIS) Kemenag.

Peserta harus melampirkan rekomendasi dari pesantren asal, dokumen akademik, surat kesehatan, personal statement, rencana kontribusi pascastudi, hingga sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500.

Kemenag berharap program ini bisa menawarkan jalur percepatan studi yang lebih efisien, dengan orientasi akademik yang terstruktur. Info lebih lengkapnya bisa kunjungi langsung laman kemenag.go.id.

Kemenag menyiapkan Program BIB 2026 sehingga santri bisa kuliah S1 dan S2 dalam waktu singkat. Pendaftaran peserta dibuka hingga 31 Mei.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories