Superflu Tengah Menjadi Sorotan di Akhir 2025 hingga Awal 2026, Apakah Seperti Virus Covid? Cek Faktanya di Sini

  • Ayu Abriyani
  • 03 Januari 2026
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani

RIWARA.id - Di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, istilah Superflu tengah menjadi sorotan di media massa maupun media sosial. Banyak pembicaraan apakah ini virus baru, lebih berbahaya, atau bahkan bisa menjadi pandemi baru.

Untuk itu, masyarakat perlu memahami apa yang dimaksud dengan Superflu dari perspektif kesehatan.

Istilah Superflu sebenarnya bukan istilah medis secara resmi. Istilah itu adalah label populer yang digunakan untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza yang tinggi.

Namun, gejala influenza tersebut terlihat lebih parah dengan waktu pemulihan lebih lama dibanding flu biasa.

Baca juga:  INFO TERBARU! Data Penetapan NI PPPK Paruh Waktu di Kanreg XIII BKN Banda Aceh, per 31 Desember 2025

Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2), yang disebut subclade K. Varian ini merupakan hasil mutasi virus influenza musiman yang sudah lama dikenal, namun kini menjadi lebih dominan dalam penyebarannya.

Superflu telah ditemukan di beberapa negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Eropa.

Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengonfirmasi jika Superflu terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Baca juga: Orangtua Wajib Tahu, 5 Keterampilan Dasar yang Wajib Dimiliki Anak Usia 10 Tahun, Latih Dari Sekarang

 

Apakah Ini Virus Baru?< /p>

Para pakar menegaskan bahwa virus yang disebut Superflu bukanlah virus baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Superflu adalah bagian dari influenza musiman, namun mengalami perubahan genetik yang membuatnya lebih cepat menyebar di tengah populasi.

Organisasi kesehatan dunia seperti WHO telah memasukkan varian ini dalam pengawasan global influenza.

Tapi, belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi dibanding virus flu pada umumnya.

Baca juga: WADUH! Bursa Efek Indonesia Umumkan 70 Perusahaan BUMN dan Swasta Terancam Delisting dari Pasar Bursa Saham

Ada beberapa faktor yang membuat Superflu menjadi pembicaraan dunia, yaitu:

- Lonjakan kasus influenza jenis ini jumlahnya tidak biasa. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, jumlah kasus influenza meningkat signifikan bahkan sebelum mencapai puncak musim flu.

- Dominasi Subclade K. Varian ini meluas dengan cepat sehingga paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan laboratorium, yang kemudian diberi label Superflu.

- Memiliki gejala yang lebih berat. Ada sejumlah keluhan dari masyarakat yang merasakan Superflu dengan gejala seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan dan kelelahan ekstrem.

Baca juga: HORE! Bansos Beras 2026 Kembali Diadakan, Pemerntah Siap Salurkan 720 Ribu Ton Beras untuk KPM

 

Apakah Superflu Bisa Menjadi Pandemi?

Meskipun sejumlah media dan publik mengaitkan fenomena ini dengan kemungkinan pa ndemi, tetapi para ahli menyebut bahwa Superflu masih termasuk virus influenza musiman dan bukan varian baru.

Selain itu, belum ada bukti bahwa subclade K lebih mematikan dibanding virus influenza biasa yang ada di masyarakat.

Istilah pandemi hanya dipakai jika suatu penyakit menyebar luas di berbagai negara dengan tingkat keparahan dan penularan yang sangat tinggi. Namun, untuk Superflu, sampai sekarang penyebarannya tidak seperti virus Covid.

Baca juga: Setelah Sempat Melejit, Hari Ini 3 Januari 2026 Harga Emas Alami Penurunan Rp16 Ribu, Berapa Harga Buyback Logam Mulia?

 

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Meskipun penyebaran Superflu tidak seperti virus covid, tetapi masyarakat sebaiknya tetap menjaga kebersihan dan imun tubuh agar tidak mudah tertular flu.

Dikutip Riwara.id dari laman rsjrw.id, Sabtu 3 Desember 2026, berikut ini 5 gejala Superflu yang perlu diwaspadai:

- Demam tinggi dan menggigil.

- Batuk dan pilek.

- Nyeri otot dan sakit kepala.

- Kelelahan ekstrem.

- Sakit tenggorokan dan ganguan pernapasan ringan.

Yang membedakan dibanding flu musiman adalah gejala yang lebih panjang dan waktu pemulihan yang lebih lama.

 

Upaya Pencegahan

- Vaksinasi Flu Tahunan: vaksin influenza musiman bisa memberikan perlindungan terhadap berbagai varian, termasuk Superflu yang saat ini sedang beredar.

- Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat: cuci tangan dengan sabun, tutup mulut saat batuk, dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit bisa mencegah penularannya.

- Waspadai Gejala Berat: segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala yang dialami bertambah berat, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

 

Itulah ulasan tentang fenomena Superflu yang tengah menjadi sorotan di akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026.

Pencegahan yang tetap efektif adalah menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan vaksinasi influenza.

Fenomena Superflu kini tengah menjadi sorotan di dunia pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Ini penjelasan dari sisi kesehatan.

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News