![]()
Riwara.id – Kabar baik untuk keluarga penerima manfaat, pemerintah resmi mengumumkan bahwa bansos beras tahun 2026 kembali diadakan.
Dilansir Riwara dari laman bulog.co.id, Sabtu, 3 Januari 2026, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan ada penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan beras 720.000 ton.
"Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720.000 ton untuk 18 juta penerima," ujar Ahmad.
Sebagai informasi, bantuan pangan beras terdiri dari beras 10 kilogram (kg) yang disalurkan kepada masyarakat tidak mampu. Beras 10 kilogram ini nantinya akan dibagikan untuk 1 keluarga.
Kemudian, beras murah atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan jumlah 1,5 juta ton. Penyaluran beras murah ini dilakukan sepanjang tahun.
Penyaluran beras SPHP juga akan dilakukan lebih minim di daerah sentra produksi beras. Sementara yang bukan sentra produksi akan tetap digencarkan penyalurannya untuk stabilisasi pasokan dan harga.
"Nanti di saat musim panen di saat puncak musim panen bulan Maret dan bulan April termasuk bulan Agustus itu kita penyaluran di daerah-daerah sentra produksi, penyaluran SPHP-nya ini dikurangin dikecilkan volumenya. Tapi tetep dilakukan supaya tidak tidak tumpah banyak di pasaran. Tapi yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan SPHP-nya tetep jalan seperti biasa," jelasnya.
Penyaluran bantuan pangan tahun 2025 telah tersalur sebanyak 707.929. Penyaluran tahun ini dilakukan 4 bulan.
"Nah khusus penyaluran bantuan pangan ini, karena penyaluran bantuan pangan ini tidak sepanjang tahun, penyaluran bansos ini hanya dilakukan 4 bulan ya," terangnya.
Sementara penyaluran beras SPHP tahun ini targetnya 1,5 juta. Namun realisasinya tidak tercapai hanya 802.939 ton.***
HORE! Bansos Beras 2026 Kembali Diadakan, Pemerntah Siap Salurkan 720 Ribu Ton Beras untuk KPM