Riwara – Update bansos PKH dan BPNT jadi salah satu update berita bansos yang paling ditunggu-tunggu bulan April ini. Pasalnya sampai minggu kedua April 2026 belum ada tanda-tanda proses pencairan, KPM masih setia menunggu info pencairan bansos.
Sejumlah kebijakan disiapkan pemerintah terkait penebalan bantuan, perluasan jumlah penerima manfaat, percepatan penyaluran bantuan tahap awal serta persiapan tahap berikutnya. Seperti diketahui, proses penyaluran bansos tidak dilaksanakan serentak melainkan bertahap di masing-masing daerah.
Dikutip Riwara.id dari laman Youtube Info Bansos, Sabtu, 11 April 2026, pemerintah memiliki rencana jumlah penerima manfaat bansos yang tadinya 18 juta kpm jadi 35 juta kpm dengan jangkauan yang lebih luas.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa proses penyaluran bansos BPNT tahap 1 2026 ada yang masih belum selesai. Proses penyaluran bansos BPNT tahap 1 masih berlangsung melalui bank himbara.
Nominal yang diterima KPM bervariasi ada yang Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta. Proses penyaluran bansos BPNT tahap 1 ini masih berlangsung untuk 1 juta KPM BPNT susulan dan 2 juta KPM program sembako yang belu m selesai pada tahap pertama.
Tanggal 10 April 2026 menjadi titik penting dalam proses penyaluran bansos karena adanya pembaruan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan sebagai dasar penentuan penerima tahap berikutnya.
Mekanisme penyaluran bansos BPNT 2026, bisa jadi pencairan tahap 1 yang belum selesai akan berjalan bersamaan dengan tahap 2 dalam beberapa waktu ke depan, ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima yang tertinggal dalam proses distribusi bantuan.
Selain bantuan tunai BPNT tahap 2 2026, distribusi bantuan pangan juga mulai dilakukan di sejumlah daerah. Salah satunya di Kelurahan Jati, Kota Probolinggo. Masyarakat bahkan sudah menerima undangan untuk pengambilan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dengan jadwal distribusi pada 10 April 2026.
Untuk mempercepat dan memperluas jangkauan distribusi penyaluran bansos 2026, Kementerian Sosial menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia dengan skema yang diperluas.
Kerja sama ini tidak hanya difokuskan pada penyaluran bantuan, tetapi juga diarahkan pada aspek pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat.
Pemanfaatan jaringan PT Pos Indonesia dinilai dapat membantu menjangkau wilayah pelosok, daerah dengan akses terbatas, hingga wilayah terdampak bencana.***




 menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Kamis (942026), di tengah tekanan sentimen global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak dunia..jpg)

Tenang, KPM BPNT tahap 1 yang belum menerima bansos bisa digabung dengan penyaluran BPNT tahap 2 2026