Senjata Makan Tuan, Ranjau Laut Iran yang Hilang Hambat Pembukaan Kembali Selat Hormuz

  • Ari Kristyono
  • Sabtu, 11 April 2026 | 10:23 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Ilustrasi ranjau laut di Selat Hormuz, dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi ranjau laut di Selat Hormuz, dibuat dengan bantuan Gemini AI (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – Upaya Iran untuk membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz yang strategis menemui jalan buntu karena hilangnya posisi sejumlah ranjau laut yang mereka pasang sendiri.

Mengutip laporan New York Times via Anadolu Agency, Sabtu (11/4/2026), Teheran dikabarkan tidak mampu menemukan seluruh titik ranjau tersebut dan tidak memiliki kapabilitas teknis untuk menyingkirkannya dalam waktu cepat.

Krisis ini bermula ketika Iran memasang ranjau laut menggunakan kapal-kapal kecil bulan lalu menyusul pecahnya perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Langkah tersebut secara drastis memutus lalu lintas kapal tanker dan memicu lonjakan harga energi global secara signifikan. 

Meski Teheran sempat menjaga koridor sempit agar tetap terbuka bagi kapal yang bersedia membayar "tol", pejabat AS menyebut rute aman tersebut kini sangat terbatas.

Masalah utama muncul karena beberapa ranjau diduga telah hanyut terbawa arus atau tidak tercatat koordinatnya dengan benar saat pemasangan darurat dilakukan.

Pejabat AS menekankan bahwa menyingkirkan ranjau laut jauh lebih sulit daripada memasangnya. 

Saat ini, baik Iran maupun AS dinilai tidak memiliki kemampuan pembersihan ranjau yang memadai untuk melakukan normalisasi jalur air tersebut secara instan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengakui bahwa Selat Hormuz hanya akan tetap terbuka dengan "mempertimbangkan keterbatasan teknis."

Pernyataan ini ditafsirkan oleh intelijen AS sebagai pengakuan tersirat atas kegagalan Teheran dalam melacak kembali ribuan ranjau yang kini menjadi ancaman liar bagi kapal tanker mana pun yang melintas.

Kebuntuan teknis ini diprediksi akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan diplomatik di Pakistan antara pejabat Iran dan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Washington terus mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara lengkap dan aman guna menstabilkan pasar energi dunia yang kian bergejolak. (*)

 

Iran kesulitan buka Selat Hormuz karena ranjau laut yang mereka pasang justru hilang tak terdeteksi. Krisis energi global kian terancam.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News