Riwara.id – Proses penyaluran bansos PKH tahap 1 di Kabupaten Mimika Papua Tengah sudah masuk tahap penyaluran. Setidaknya sebanyak 7813 keluarga penerima manfaat sudah menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Dikutip Riwara.id dari berbagai sumber, Jumat, 3 April 2026, proses penyaluran bansos PKH tahap 1 2026 berjalan lancar meski ada beberapa kendala diantaranya ada 484 keluarga penerima manfaat yang tercatat mengalami gagal salur karena beberapa faktor teknis.
“Penyaluran tahap satu tersebut telah dilakukan dengan total anggaran senilai Rp14 miliar dengan jumlah KPM sebanyak 7.813 keluarga,” ujar Ketua Satgas Penyaluran Kearifan Lokal Sembako dan PKH tahap 1, Susi Nurlela Sitompul.
Pembagian bansos PKH di Kabupaten Mimika Papua Tengah cukup berbeda jika dibanding dengan pembagian bansos di area Jawa. Pembagian bansos di Papua Tengah masih berdasarkan distrik-distrik, masing-masing kepala distrik memiliki peran dalam proses penyaluran bansos.
Susi menjelaskan ada 11 distrik di wilayah pesisir dan pegunungan Mimika, bantuan sosial lalu diserahkan pada kepala distrik untuk mulai didistribuskan di distrik masing-masing.
Sebelumnya, Ketua Satgas Penyaluran Kearifan Lokal PKH tahap 1 2026 mengumpulkan semua kepala distrik untuk membahas proses penyaluran bansos PKH tahap 1. Dalam rapat tersebut terjadi kesepakatan semua bantuan diserahkan pada kepala distrik kecuali distrik Mimika Barat.
Penyaluran PKH tahap 1 2026 di Mimika Papua Tengah dibagi dalam dua kelompok yaitu bansos PKH sembako dan bansos PKH sembako plus untuk nominalnya berbeda.
Bantuan sembako Rp600 ribu, jumlah nominal disesuaikan dengan berapa jumlah anggota keluarga. Nominalnya dari Rp750 ribu sampai maksimal Rp2,4 juta.
Salah satu kendala yang terjadi pada proses penyaluran PKH tahap 1 adalah sebanyak 484 KPM terjadi gagal salur. Ini terjadi karena keluarga penerima manfaat bisa jadi sudah pindah rumah atau pindah kerja keluar kota sehingga bansos tidak bisa disalurkan. Hal ini umumnya terjadi karena penyaluran bansos berdekatan dengan momen lebaran, kemungkinan besar beberapa warga sedang mudik atau berkunjung keluar kota.
Masalah lain yang muncul dari proses gagal salur bansos PKH tahap 1 adalah protes warga yang dulu dapat bansos kenapa tahun ini tidak lagi mendapat bansos PKH. Pemerintah Kabupaten Mimika menyarankan warga yang tidak mendapat bansos tahun ini untuk datang ke kantor Dinas Sosial untuk melakukan singkronisasi data karena bisa jadi ada perbedaan data yang tidak sesuai antara Dinas Sosial dan data PT Pos Indonesia.***






Bansos PKH dna BPNT tahap 2 sudah mulai disalurkan di Mimika Papua Tengah