Bitcoin Ditekan Jualan Pasar, Meski Institusi Terus Borong

  • Inung R Sulistyo
  • Kamis, 02 April 2026 | 07:30 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Pergerakan harga Bitcoin masih tertekan di tengah aksi jual pasar meski pembelian institusional terus meningkat.
Pergerakan harga Bitcoin masih tertekan di tengah aksi jual pasar meski pembelian institusional terus meningkat. (Foto: Ilustrasi: AI Generated / Tim Redaksi Riwara.id)

 

RIWARA.id - Bitcoin Tertekan Meski Diborong Institusi, CryptoQuant Ungkap Aksi Jual Masif PasarPermintaan Bitcoin masih berada di bawah tekanan meskipun pembelian institusional meningkat, menandakan pasar yang lebih luas justru tengah melakukan aksi jual, menurut platform analitik CryptoQuant.

Dalam laporan terbarunya, CryptoQuant menyebut “permintaan semu” — indikator yang mengukur selisih antara permintaan dan pasokan baru dari aktivitas penambangan — tercatat negatif sekitar 63.000 pada akhir bulan lalu.

Kondisi ini terjadi meskipun pembelian dari produk ETF kripto meningkat, serta akumulasi berkelanjutan oleh perusahaan milik Michael Saylor melalui Strategy Inc.

Pasar Masih Dalam Fase Distribusi

CryptoQuant menegaskan bahwa tekanan jual dari investor ritel dan pelaku pasar lainnya lebih besar dibandingkan pembelian institusional.

“Penjualan dari investor rit el dan pelaku pasar lainnya lebih dari cukup untuk mengimbangi tambahan pembelian institusional,” tulis laporan tersebut.

Sejak akhir November 2025, permintaan Bitcoin terus mengalami kontraksi, mengindikasikan pasar masih berada dalam fase distribusi—di mana pemegang lama mulai melepas aset mereka.

Dinamika ini menunjukkan bahwa permintaan baru belum cukup kuat untuk menyerap tekanan jual, sehingga berpotensi membatasi kenaikan harga dalam jangka pendek.

Harga Tertahan, Whale Berbalik Jadi Penjual

Meski sempat menghentikan tren penurunan selama lima bulan, harga Bitcoin hanya naik sekitar 2,2% pada Maret. Di kisaran US$68.000, nilainya masih sekitar 45% di bawah puncak sebelumnya di US$126.000.

CryptoQuant juga menyoroti perubahan perilaku investor besar atau “whales”. Setelah mengakumulasi sekitar 200.000 Bitcoin selama fase bullish 2024, kelompok ini kini berbalik menjadi penjual aktif sejak pertengahan 2025.

Secara historis, fase distribusi oleh whale kerap beriringan dengan periode pelemahan harga yang berkepanjangan, menjadikan tekanan jual saat ini sebagai hambatan struktural bagi pasar.

Dukungan Melemah dari Investor Menengah & AS

Tekanan juga datang dari investor kelas menengah yang mulai mengurangi laju pembelian, sehi ngga menghilangkan salah satu penopang utama pasar.

Di sisi lain, permintaan dari Amerika Serikat turut melemah. Indikator Coinbase Premium kembali berada di wilayah negatif, menandakan minat beli investor AS tidak lagi cukup kuat untuk mendorong harga naik.

Peluang Rebound Masih Ada

Meski demikian, peluang pemulihan jangka pendek tetap terbuka. CryptoQuant menilai bahwa perbaikan kondisi makro, terutama meredanya konflik geopolitik seperti ketegangan AS-Iran, dapat menjadi katalis positif.

“Meredanya ketegangan geopolitik dapat menjadi katalis positif jangka pendek, yang berpotensi memicu reli pemulihan,” tulis laporan tersebut.*

 

 

Permintaan Bitcoin melemah meski pembelian institusional meningkat. CryptoQuant mengungkap tekanan jual pasar masih dominan dan berpotensi menahan kenaikan harga.

  • Tags:
Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News