Bursa Asia Melejit Hari Ini, Wall Street Naik 2,9% di Tengah Harapan Akhir Konflik Global

  • Inung R Sulistyo
  • Rabu, 01 April 2026 | 07:52 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

Riwara.id – Bursa saham Asia diprediksi dibuka menguat pada Rabu (1/4), mengikuti reli tajam Wall Street yang dipicu harapan meredanya konflik geopolitik global.

Kontrak berjangka menunjukkan pasar di Sydney, Tokyo, hingga Hong Kong berpotensi naik lebih dari 1%. Sentimen positif ini muncul setelah indeks S&P 500 melonjak 2,9% pada Selasa (31/3), menjadi kenaikan harian terbesar dalam hampir satu tahun terakhir.

Kenaikan juga terjadi pada saham perusahaan China yang tercatat di AS, mencerminkan pulihnya selera risiko investor global.

Harapan Damai Jadi Pemicu Reli Pasar

Optimisme pasar dipicu oleh sinyal de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang selama ini menekan ekonomi global.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan jalur ener gi vital Selat Hormuz aka n diserahkan kepada pihak lain.

Dari Teheran, Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan jangka panjang.

Pernyataan tersebut muncul setelah komunikasi dengan Presiden Dewan Uni Eropa Antonio Costa.

Harga Minyak Stabil, Tapi Risiko Belum Hilang

Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak dunia mulai stabil. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$102 per barel, setelah sebelumnya sempat terkoreksi.

Namun, pasar masih mencermati situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global. Konflik yang telah berlangsung lima minggu itu sempat mengganggu pasokan, mendorong lonjakan harga minyak, serta meningkatkan risiko inflasi global.

Pasar Mulai Bangkit dari Tekanan

Setelah lebih dari sebulan mengalami tekanan, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan.

“Ekspektasi pasar sudah sangat rendah, sehingga kabar positif sekecil apa pun menjadi katalis kuat,” ujar Michael Bailey dari FBB Capital Partners.

Indikator pasar seperti NYSE Tick bahkan sempat mencetak rekor tertinggi, mencerminkan dominasi saham yang bergerak naik.

Namun, analis tetap mengingatkan risiko masih tinggi.

“Isu utama tetap Selat Hormuz. Tanpa penyelesaian yang jelas, reli pasar bisa terbatas,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com.

Ekonomi AS Beri Sinyal Stabil

Dari sisi fundamental, ekonomi AS menunjukkan tanda stabilisasi. Kepercayaan konsumen meningkat pada Maret, sementara pasar tenaga kerja mulai mendingin secara bertahap.

Menurut analis eToro Bret Kenwell, kondisi ini memberi harapan bahwa tekanan ekonomi tidak semakin memburuk.

Namun, ia menegaskan bahwa pemulihan penuh tetap bergantung pada meredanya konflik dan turunnya harga energi.

Kunci Pasar Selanjutnya

Ke depan, arah pasar global akan sangat ditentukan oleh:

Perkembangan de-eskalasi konflik Timur Tengah
Stabilitas jalur energi global
Pergerakan harga minyak dunia
Data ekonomi AS berikutnya

Tanpa kepastian pada faktor-faktor tersebut, reli pasar masih berpotensi fluktuatif.*

Bursa Asia diprediksi menguat setelah Wall Street melonjak 2,9%. Harapan meredanya konflik Timur Tengah dan stabilnya harga minyak dorong optimisme pasar global.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News