RIWARA.id – Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon Selatan dalam beberapa hari terakhir menambah daftar panjang pengorbanan Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Data hingga Februari 2026 mencatat sebanyak 46 prajurit TNI telah kehilangan nyawa saat mengemban amanat sebagai penjaga perdamaian di berbagai negara konflik.
Dikutip dari laman resmi peacekeeping.un.org, risiko tinggi membayangi para prajurit melalui serangan langsung seperti bom pinggir jalan (IED), artileri, hingga kecelakaan medan berat dan penyakit tropis.
Di Lebanon (UNIFIL), tercatat Kapten Inf Zulmi dan Sertu Ichwan gugur akibat ledakan konvoi pada 30 Maret 2026, menyusul insiden proyektil yang menewaskan satu personel lainnya sehari sebelumnya. Tragedi serupa juga pernah menimpa Serma (Anumerta) Rama Wahyudi di Kongo (MONUSCO) pada Juni 2020 akibat serangan pemberontak ADF.
Indonesia tidak sendirian dalam duka ini; PBB mencatat lebih dari 4.489 prajurit dari seratusan negara telah gugur demi perdamaian internasional. India mencata t kehilangan tertinggi dengan 184 prajurit, disusul Pakistan 171, Ethiopia 142, dan Kanada 12 4 prajurit. Angka-angka ini menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga sebuah stabilitas keamanan di wilayah pertikaian.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, PBB menganugerahkan Medali Dag Hammarskjöld kepada para prajurit yang gugur. Medali berupa kristal bening berbentuk oval ini melambangkan kemurnian niat dan kerapuhan hidup yang dikorbankan.
Secara rutin, penghargaan ini diserahkan di Markas Besar PBB, New York, setiap tanggal 29 Mei, bertepatan dengan Hari Internasional Penjaga Perdamaian PBB.
Selain medali, PBB memberikan santunan finansial berkisar antara US$ 75.000 hingga US$ 100.000 yang disalurkan melalui pemerintah negara asal.
Nama-nama mereka juga diabadikan pada Memorial Wall di New York. Prosesi pemulangan jenazah pun dilakukan dengan jajar kehormatan internasional, di mana peti diselubungi bendera biru PBB sebagai simbol bahwa mereka adalah "Duta Perdamaian Dunia" sebelum akhirnya dipulangkan untuk beristirahat di tanah air. (*)
Ari Kristyono


Catatan sejarah 46 prajurit TNI gugur dalam misi PBB & bentuk penghargaan tertinggi Medali Dag Hammarskjöld dari dunia internasional.