Fadli Zon Ziarah ke Makam K.H. Samanhudi, Jejak Perjuangan dari Laweyan Kembali Disorot

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:31 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo

SURAKARTA, RIWARA.id - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon melakukan ziarah ke makam K.H. Samanhudi di kawasan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 26 Maret 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan di Kota Surakarta sekaligus upaya mengenang jasa tokoh perintis pergerakan nasional.

Fadli menyampaikan bahwa K.H. Samanhudi merupakan sosok pelopor yang berperan penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat pribumi, terutama melalui pendekatan ekonomi berbasis perdagangan.

Ia menilai langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi lahirnya gerakan yang lebih luas di bidang sosial dan politik pada masa kolonial.

“Beliau mengorganisasikan kekuatan rakyat melalui wadah ekonomi, yakni Sarekat Dagang Islam, sebagai langkah awal dalam menghadapi dominasi kolonial,” ujar Fadli.

K.H. Samanhudi dikenal sebagai pendiri Sarekat Dagang Islam pada awal abad ke-20, yang kemudian berkembang menjadi salah satu embrio gerakan kebangsaan di Indonesia.

Fadli menjelaskan, transformasi organisasi tersebut menjadi Sarekat Islam pada 1912 di bawah kepemimpinan H.O.S. Tjokroaminoto menandai perubahan penting dalam arah perjuangan bangsa.

Menurut dia, perubahan itu menunjukkan bahwa gerakan yang semula berbasis ekonomi berkembang menjadi gerakan yang juga memperjuangkan keadilan sosial dan kemerdekaan.

“Perubahan ini menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga berkembang menjad i gerakan yang memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan,” katanya.

Secara historis, K.H. Samanhudi lahir di Surakarta pada 1868 dan dikenal sebagai saudagar batik yang sukses di kawasan Laweyan. Ia mendirikan Sarekat Dagang Islam pada 1905 sebagai wadah untuk melindungi kepentingan pedagang pribumi dari dominasi pedagang asing.

Organisasi tersebut kemudian berkembang pesat dan menjadi salah satu organisasi massa terbesar pada masa pergerakan nasional.

Atas jasanya, K.H. Samanhudi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia pada 1961. Ia wafat pada 1956 dan dikenang sebagai tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dalam kegiatan ziarah tersebut turut hadir Wali Kota Surakarta Respati Ardianto bersama jajaran pemerintah daerah.

Sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan juga mendampingi Menteri, di antaranya Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, serta pejabat terkait lainnya.

Fadli menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran sejarah sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

Menurut dia, nilai-nilai sejarah perlu terus diangkat sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kebudayaan nasional.

“Ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif bangsa, agar generasi sekarang tidak melupakan akar seja rahnya,” ujar Fadli.*

 

Fadli Zon ziarah ke makam K.H. Samanhudi di Laweyan, Surakarta, dan menegaskan pentingnya sejarah Sarekat Dagang Islam dalam pergerakan nasional.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News