
SURAKARTA, RIWARA.id - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong percepatan revitalisasi kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Jawa Tengah secara bertahap dan berkelanjutan.
Revitalisasi tersebut, menurut dia, tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mencakup penguatan narasi sejarah, pengelolaan yang profesional, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pengalaman publik.
“Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu pusat peradaban budaya Jawa yang memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi budaya kelas dunia. Melalui revitalisasi yang terencana dan kolaboratif, kita ingin menghadirkan kawasan budaya yang hidup, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Fadli, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menilai, dengan pendekatan tersebut, kawasan Keraton dapat berkembang sebagai destinasi unggulan yang mengintegrasikan wisata budaya, sejarah, religi, dan edukasi dalam satu ekosistem.
Fadli menegaskan bahwa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki posisi strategis sebagai pusat kebudayaan Jawa yang menyimpan nilai sejarah dan tradisi panjang.
Statusnya sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional, kata dia, menuntut tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sejalan dengan amanat konstitusi dalam memajukan kebudayaan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli meninjau sejumlah titik di lingkungan Keraton , termasuk kawasan Siti Hinggil dan Museum Keraton, untuk melihat langsung kondisi bangunan serta potensi pengembangan kawasan.
Selain itu, ia juga meninjau kawasan Keraton Kilen yang direncanakan menjadi salah satu fokus revitalisasi. Peninjauan tersebut menjadi bagian awal dari proses perencanaan yang mencakup kajian teknis, pemetaan, serta penyusunan konsep pemanfaatan kawasan.
“Keraton Kilen ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Kita akan lakukan proses kajian, perencanaan, dan pemetaan secara menyeluruh, dengan target pelaksanaan dimulai tahun ini. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai bagian dari museum terbuka yang dapat diakses publik,” ujarnya.
Upaya revitalisasi ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan memahami warisan budaya Keraton secara lebih mendalam.
Sementara itu, Panembahan Tedjowulan selaku pelaksana pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengajak seluruh elemen Keraton untuk mengedepankan kepentingan bersama.
Ia menyebut revitalisasi kawasan Keraton akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan serta membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci agar upaya pelestarian budaya dapat berjalan optimal sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.*
Inung R Sulistyo


Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong revitalisasi Keraton Surakarta secara bertahap dengan penguatan narasi, digitalisasi, dan pengelolaan profesional menuju destinasi budaya kelas dunia.