RIWARA.id – Kota Surakarta menampilkan barongsai, liong, hingga dramatari Adaninggar dan Kelasworo dalam Pawai Budaya Festival Harmoni Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).
Festival tersebut menjadi penutup rangkaian perayaan Imlek nasional yang memadukan budaya Tionghoa dan Jawa. Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka pawai sekitar pukul 16.26 WIB, didampingi sejumlah wakil menteri dan kepala daerah.
Pada puncak perayaan Imlek 2577, Kota Bengawan menghadirkan pertunjukan barongsai dan liong yang diiringi ensembel perkusi. Gerakan energik para pemain mengundang tepuk tangan penonton yang memadati lokasi acara.
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menampilkan karakter Jathil dan Cakil. Pertunjukan ini merepresentasikan filosofi Jawa tentang keseimbangan antara kebaikan dan keburukan.
Tak hanya itu, dramatari Adaninggar dan Kelasworo turut dipentaskan. Karya tersebut menggambarkan tokoh kuat dalam tradisi Jawa dan Tionghoa, dengan pesan keberanian dan kecantikan yang sarat makna filosofis.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, hadir langsung dalam puncak perayaan. Ia mengapresiasi para pelaku seni asal Surakarta yang tampil di panggung nasional.
“Melalui panggung nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kota Solo menjunjung tinggi akulturasi budaya. Solo adalah rumah bagi ragam budaya yang tumbuh dan hidup berdampingan secara harmonis,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan budaya perlu dijaga bersama agar tetap hidup lintas generasi.
Pada malam puncak, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba sekitar pukul 20.00 WIB mengenakan batik cokelat. Ia disambut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Didit Prabowo.
Baca juga: AS dan Israel Gempur Iran, Perang Terbuka Pecah hingga Serangan Balasan Teheran ke Bahrain
Sejumlah wakil menteri turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk di panggung yang berdiri di antara dua simbol kerukunan umat beragama, yakni Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal.
Usai pembukaan, parade budaya dimulai. Barisan barongsai dari berbagai daerah tampil bergantian, disusul ondel-ondel, Reog Ponorogo, pencak silat, serta kesenian Nusantara lainnya.
Baca juga: SIMAK! Ini Cara Mudah Pendaftaran Mudik Gratis Tahun 2026 dari Ditjen Hubdat, Catat Baik-baik
Ribuan masyarakat memadati sisi jalan menyaksikan iring-iringan tersebut. Dentuman tambur barongsai berpadu dengan musik pengiring tarian, menciptakan suasana meriah.
Festival Harmoni Imlek Nusantara 2026 tidak sekadar perayaan tahun baru, tetapi menjadi panggung kebinekaan. Di bawah gemerlap lampion merah, pesan persatuan dalam keberagaman kembali ditegaskan di ruang publik nasional. (*)
Solo tampilkan barongsai, Jathil, Cakil hingga dramatari Adaninggar Kelasworo di Festival Harmoni Imlek Nusantara 2026 Jakarta.