Benarkah Harga Minyak Dunia Mulai Naik Signifikan Pekan Depan, Imbas Konflik Perang Iran dan Amerika?

  • Windy Anggraina
  • Minggu, 01 Maret 2026 | 13:05 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id – Eskalasi konflik yang makin memanas antara Iran, Israel dan Amerika bukan hanya berbicara soal perpecahan perang saja. Lebih dari itu kondisi ketidakapstian politik ini sangat berpengaruh pada ekonomi global khususnya kenaikan harga minyak dunia.

Gejolak harga minyak akan  terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran, Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan ini dinilai memicu dampak yang jauh lebih besar terhadap harga minyak, dibandingkan dengan serangan AS ke Venezuela dan menangkap mantan Presiden Nicolas Maduro

Baca juga: Benarkah Muhammad Yamin Perumus Dasar Negara? Arsip 1945 Mengungkap Fakta Mengejutkan

"Ini jelas memiliki dampak yang lebih besar daripada Venezuela," kata Florian Weidinger, CIO di Santa Lucia Asset Management dikutip Riwara.id dari berbagai sumber, Minggu, 1 Maret 2026. 


"Anda dapat memperkirakan harga minyak akan naik lebih tajam minggu depan sebagai akibatnya," tambah Weidinger.

Kenaikan harga minyak bisa terjadi jika Iran menutup Selat Hormuz. Terletak di teluk antara Oman dan Iran, selat tersebut diakui sebagai salah satu titik penting jalur minyak dunia.

Sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari melewati Selat Hormuz pada 2025, yang menyumbang sekitar 31% dari aliran minyak global melalui laut, menurut data dari perusahaan intelijen pasar, Kpler.

Pada Juni 2025, ketika Israel menyerang situs nuklir Iran, saham-saham anjlok tajam pada pembukaan pasar, kemudian pulih setelah jelas bahwa Selat Hormuz tidak terganggu. Itulah pola yang akan dirujuk pasar pada hari Senin.

Diperkirakan akan terjadi perpindahan aset ke aset aman dengan penguatan dolar AS, yen Jepang, dan lonjakan permintaan emas.

Alicia García-Herrero, kepala ekonom untuk Asia-Pasifik di Natixis, memprediksi pembukaan pasar modal pada Senin (2/3) nanti akan diwarnai dengan ekuitas global berpotensi turun 1% hingga 2% atau lebih, imbal hasil obligasi pemerintah AS turun 5 hingga 10 basis poin, dan harga minyak melonjak 5% hingga 10%.

Baca juga: Tanpa Muhammad Yamin, Apakah Sumpah Pemuda 1928 Akan Lahir Seperti yang Kita Kenal?

"jangan bertaruh pada hal yang berisiko," ujar Garcia sambil mengingatkan investor harus menunggu respons Iran.***

 

Pecahnya peran Iran dan Amerika membawa dampak besar bagi kondisi ekonomi dunia terutama peningkatan harga minyakk dunia

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News